Bantu Penumpang Disabilitas, Grab Luncurkan Layanan Khusus Latih 2.000 Driver
Nasional

Lebih dari 2.000 mitra pengemudi yang tergabung dalam GrabGerak mendapat pelatihan untuk melayani penumpang disabilitas. GrabGerak hadir di 4 kota Indonesia yakni Semarang, Medan, Yogya, dan Jakarta.

WowKeren - Perusahaan penyedia layanan ojek online Grab telah melatih lebih dari 2.000 mitra pengemudi GrabCar khusus. Mereka tergabung dalam GrabGerak untuk pengguna disabilitas.

Tak cukup sampai di situ, Grab juga telah bekerja sama dengan lebih dari 17 mal, rumah sakit, serta pusat hiburan untuk membantu para penyandang disabilitas. Sementara itu, layanan GrabGerak sendiri akan mulai berekspansi dan beroperasi di 4 kota Indonesia. Keempat kota tersebut adalah Jakarta, Yogyakarta, Medan, dan Semarang. Khusus untuk Semarang dan Medan, baru akan hadir Desember ini.

"Di Indonesia sudah ada di Jakarta dan Yogya, tetapi akan hadir di Semarang dan Medan pada Desember 2019," kata Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi di Jakarta, Selasa (3/12). "Kita melihat kebutuhan masing-masing kota."

Para mitra pengemudi yang tergabung dalam GrabGerak tersebut telah mendapat pelatihan untuk melayani penumpang disabilitas. Sementara itu, penumpang disabilitas bisa melakukan pemesanan layanan sama seperti fitur Grab lain yang telah diluncurkan sejak 2018.


Salah satu pelatihan yang diberikan untuk melayani penyandang disabilitas adalah mengenai sikap. Salah satu mitra GrabGerak, M Hamdan, menuturkan bahwa sikap ini penting karena tak semua orang disabilitas sebenarnya meminta bantuan.

"Terutama buat saya penekanannya adalah sikap, karena nggak semua orang disabilitas sebenarnya minta bantuan," tutur Hamdan. "Beberapa mungkin ada (yang butuh karena) kondisi krusial, di sisi lain orang itu juga berupaya untuk tidak seperti disable."

Sebab jika tiba-tiba dibantu, bisa jadi hal itu akan menyakiti hati perasaan penyandang disabilitas. Oleh sebab itu, Hamdan menekankan perlunya komunikasi di awal untuk menghindari kesalahpahaman.

"Dari situ makanya yang pertama ialah komunikasi awal (dengan pelanggan)," tutur Hamdan. "Orang yang kita layani (ditanya dulu) butuh bantuan nggak. Kalau tahunya nggak mau dibantu, itu yang kita bantu di awal malah bisa terlukai."

Ia pun bercerita pernah melayani pelanggan tuna daksa yang sempat meminta izin untuk buang air kecil sehingga mau tidak mau ia harus membantu penumpang itu. "Dari situ saya punya kesempatan lebih untuk melayani, yah kapan lagi kan ketemu lubang-lubang surga," imbuh Hamdan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait