Bakal Dipolisikan PDIP Usai Hina Pancasila dan Jokowi, Rocky Gerung: Malah Bagus
Nasional

Rocky Gerung baru saja membuat pernyataan kontroversi yang seakan menghina Pancasila dan Jokowi. Atas tindakannya tersebut, ia akan dipolisikan. Namun, ia justru mendukung keputusan tersebut.

WowKeren - Rocky Gerung kembali menarik perhatian karena melontarkan pernyataan kontroversial di acara "Indonesia Lawyers Club" (ILC). Pasalnya, ia mengatakan bahwa Pancasila adalah ideologi yang gagal. Tak hanya itu, pria kelahiran Manado ini juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sesungguhnya tak paham dengan Pancasila.

Akibat pernyataannya tersebut, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Junimart Girsang mengaku akan melaporkan Rocky terkait pernyataannya itu. "Saya akan melaporkan bahwa Pak Gerung karena sudah menghina simbol negara pada malam ini," kata anggota Komisi Hukum DPR itu saat menjadi pembicara di ILC.

Namun, Junimart belum memastikan kapan akan melaporkan Rocky Gerung ke polisi. "Ini masih koordinasi komunikasi dengan DPP PDIP," ungkapnya pada Rabu (4/11).

Mengetahui hal tersebut, Rocky Gerung justru memberi respon yang mengejutkan. Pasalnya, ia justru mendukung pelaporan dari pihak PDIP atas dirinya tersebut. Menurutnya, dengan adanya pelaporan atas ucapannya justru akan membuka diskusi mengenai Pancasila sendiri.

"Malah bagus," kata Rocky yang dilansir Tempo pada Kamis (5/12). "Untuk membuka diskursus, supaya kita bicara pancasila dalam tataran yang bermutu."


Bagi Junimart, pendiri Institut Setara itu telah menghina presiden. Namun, Rocky menilai keliru jika presiden dianggap simbol negara. "Simbol negara itu bukan Presiden. Presiden itu enggak mungkin menetap, karena bisa diganti. Yang menetap itu lambang negara. Seperti bahasa, bahasa adalah simbol negara," tuturnya.

Rocky mengatakan sebagai anggota DPR, Junimart tak benar-benar memahami prinsip dasar konstitusi mengenai simbol negara. Selain itu, Rocky juga mengatakan bahwa ia tak menghina Jokowi karena dia hanya menyebut bahwa mantan Wali Kota Solo itu tak mengerti Pancasila.

Menurut Rocky, pernyataannya merupakan cerminan kebebasan berpendapat yang justru mesti dijamin bagi setiap warga negara. "Kalau orang bilang, Presiden paham, terus dia enggak marah. Kalau Presiden enggak paham, kenapa dia marah? Kan dua-duanya pendapat," ujarnya.

Rocky Gerung menegaskan bahwa keliru jika ada yang menganggap kebebasan berpendapat sama dengan memuji pemerintah. Ia mengatakan jika prinsip bebas berpendapat artinya adalah seseorang bisa memilih pendapat yang mendukung maupun tidak.

"Justru karena saya manusia bebas, saya bisa memilih," ujar Rocky Gerung. "Mengkritik atau memuji. Saya memilih mengkritik. Kenapa disalahin? Ajaib logika itu," pungkasnya.

(wk/aros)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait