Muncul Soal Ujian Semester Tentang Khilafah Di Madrasah Kediri, Ternyata Ini Alasannya
Nasional

Terdapat beberapa soal ujian semester yang membahas mengenai khilafah di sebuah madrasah Kediri. Usai ditelusuri oleh Kementerian Agama, ternyata inilah alasan munculnya soal-soal tersebut.

WowKeren - Baru-baru ini, media sosial dibuat heboh dengan adanya soal bermuatan khilafah di sebuah Madrasah Aliyah (MA) di Kediri, Jawa Timur. Soal tersebut muncul di ujian semester ganjil mata pelajaran fikih kelas XII. Kementerian Agama (Kemenag) pun segera mencabut soal ujian tersebut. Soal ujian tersebut nantinya akan digantikan dengan soal yang baru dalam ujian susulan.

Usai mengetahui hal tersebut, Kemenag pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait pembuatan soal. Tak hanya itu, Kemenag juga mengkaji mengenai kemungkinannya untuk memberikan sanksi terhadap pembuat soal.

"Akan dilakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait dalam pembuatan soal," kata Kemenag pada Kamis (5/12). "Termasuk kemungkinan memberikan sanksi sesuai ketentuan."

Setelah ditelusuri lebih jauh, Kabid Pendidikan dan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan bahwa soal-soal tersebut diambil dari buku pedoman guru. “Kami coba investigasi ternyata soal-soal ini, soal-soal jadi yang ada di buku pedoman guru ini bukan inisiasi dari penulis bukan kata-kata dari penulis,” kata Akhmad.


Awalnya, Akhmad pun mengira jika ada unsur kesengajaan dalam soal tersebut jika melihat jumlahnya. Namun, usai ditelusuri, ternyata soal itu ada karena si pembuat soal tengah tergesa-gesa untuk mencari soal yang siap diujikan.

“Soalnya ini jumlahnya tujuh ada kecenderungan bahwa ada faktor kesengajaan," ujar Akhmad. "Tapi ternyata setelah diklarifikasi dia (pembuat soal) murni karena keterbatasan waktu maka dengan tergesa-gesa mencari lah soal yang siap untuk diujikan itu hasil investigasi tadi malam."

Oleh karena itu, pihaknya kemudian meminta agar para guru MA lebih berhati-hati dengan materi fikih yang berhubungan dengan khilafah. Selain itu, Plt Kanwil Kemenag Jatim Mochamad Amin Machfud juga meminta maaf atas adanya kejadian ini.

“Kami mohon maaf atas kejadian ini," tutur Amin. "Terkait dengan soal fikih yang diujikan di MAN Wilker (Wilayah Kerja) Kediri Utara, tapi bisa menjelaskan bahwa soal ini memang tidak semua Madrasah Aliyah sudah menguji, kan hanya di Kabupaten Kediri saja dan yang lain-lain belum diujikan."

(wk/aros)

You can share this post!

Related Posts