Finalis Miss Universe 2019 Asal Myanmar Swe Zin Htet Tuai Kontroversi Usai Mengaku Lesbian
Selebriti
Miss Universe 2019

Wanita cantik berusia 20 tahun tersebut menjadi kontestan pertama dalam sejarah Miss Universe yang terang-terangan mengaku sebagai penyuka sesama jenis.

WowKeren - Ajang tahunan Miss Universe 2019 telah rampung dihelat di Tyler Perry Studios, Georgia, Atlanta, Amerika Serikat, pada Minggu (8/12) waktu setempat atau Senin pagi (9/12) di Tanah Air. Indonesia turut berpartisipasi dia ajang bergengsi ini dengan diwakili oleh Frederika Alexis Cull, Puteri Indonesia 2019. Sayangnya, perjalanan Frederika untuk membawa pulang mahkota Miss Universe harus terhenti di babak 10 besar.

Setelah melewati persaingan super ketat, kontestan asal Afrika Selatan, Zozibini Tunzi, akhirnya keluar sebagai pemenang dengan mengalahkan 85 kontestan lainnya. Ia berhasil mengenakan mahkota Miss Universe setelah menjawab pertanyaan yang diajukan dengan amat gemilang.


Namun tak hanya Zozibini Tunzi, rupanya ada kontestan lain dalam ajang Ratu Kecantikan ini yang juga tak kalah mencuri perhatian publik. Salah satunya adalah finalis asal Myanmar, Swe Zin Htet.

Bukan lantaran prestasinya, ternyata Swe Zin Htet justru disorot akibat kontroversi pernyataannya. Pasalnya, Swe Zin Htet memberi pengakuan mengejutkan soal orientasi seksualnya, di mana ia secara terang-terangan mengaku sebagai penyuka sesama jenis, alias lesbian.

Wanita berusia 20 tahun ini menjadi finalis pertama dalam sejarah Miss Universe yang mengaku sebagai penyuka sesama jenis. Dilansir CNN pada Selasa (10/12), Miss Myanmar ini memberikan pernyataan soal orientasi seksualnya dalam blog Missology pada 29 November lalu. Berdasarkan pernyataannya, Swe Zin Htet mengaku telah tiga tahun ini berkencan dengan seorang penyanyi wanita bersama Gae Gae.

Tak cuma itu, Swe Zin juga blak-blakan mengakui kalau dirinya telah memiliki ketertarikan berlebih pada sesama wanita sejak ia berusia remaja, tepatnya sekitar 15 atau 16 tahun. "Pada awalnya memang sulit. Tapi setelah melalui berbagai hal, akhirnya aku menerima keadaanku."

Swe Zin juga bercerita bahwa orangtuanya sempat marah besar saat dirinya mengaku sebagai penyuka sesama jenis. Namun setelah mengetahui lebih banyak tentang LGBTQ+, Swe Zin akhirnya diterima di keluarganya meskipun ia berbeda.

Ia juga menyebut kalau mayoritas warga Myanmar masih belum terbuka dengan isu-isu LGBTQ+. Oleh karena itu, ia ingin memanfaatkan statusnya sebagai Miss Myanmar untuk lebih menyuarakan hak-hak dan keberadaan kaum LGBTQ+, baik di negaranya maupun secara global.

"Aku ingin membawa perubahan. Aku merasa aku bisa terbuka soal orientasi seksualku. Orang lain pun bisa melakukannya. Aku berharap orang lain bisa melihatku sama seperti yang lainnya," tegasnya.

You can share this post!

Related Posts