Penyelundupan di Garuda Baru Diungkap Walau Ditemukan Sejak Bulan Lalu, Kenapa?
Nasional
Dirut Garuda Selundupkan Harley

Dirjen Bea dan Cukai ternyata telah menemukan Harley Davidson dan sepeda Brompton selundupan itu sejak 17 November 2019, namun kasusnya sendiri baru mencuat ke publik beberapa pekan setelahnya.

WowKeren - Kasus penyelundupan kendaraan berharga selangit Harley Davidson dan sepeda Brompton di armada baru maskapai Garuda Indonesia masih menjadi pembicaraan hangat. Diketahui kasus ini sampai menyebabkan Menteri BUMN Erick Thohir memecat empat direktur sekaligus dari jajaran pejabat Garuda Indonesia, termasuk Direktur Utama Ari Askhara.

Kasus ini sendiri baru tercium publik usai diungkap oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan pada awal Desember 2019 kemarin. Ari dan jajaran direkturnya pun baru dinonaktifkan beberapa hari setelahnya.

Namun ternyata petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta sudah menemukan penyelundupan itu sejak 17 November 2019 lalu di hanggar milik PT GMF AeroAsia Tbk. Lantas mengapa pemberitaan baru mencuat beberapa pekan setelahnya?

Tak ayal publik pun berspekulasi bahwa kasus sengaja "ditahan" karena menyangkut nama sejumlah petinggi BUMN. Menanggapi spekulasi tersebut, Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Deni Surjantoro akhirnya buka suara.


Deni membantah bahwa ada ada perlakuan khusus terkait kasus itu. Termasuk membantah pula bila kasus sengaja tak langsung diungkap ke publik karena menyeret pejabat BUMN.

"Bukan karena menyangkut pejabat. Kita kan ekspos kasus memang melakukannya secara periodik," tutur Deni, Rabu (11/12). "Waktu itu ramai dibicarakan kasus itu, makanya kita buat ekspos khusus kasus tersebut."

Ekspos khusus yang dimaksudnya adalah konferensi pers yang dihadiri oleh Menteri BUMN Erick dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dalam kesempatan itu pula Erick secara resmi menyampaikan pernyataannya soal nasib karier Ari Askhara di Garuda Indonesia.

"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan Direktur Utama Garuda," ujar Erick, Kamis (5/12). "Komite Audit mempunyai kesaksian motor Harley Davidson diduga milik AA (Ari Askhara). Kita akan melihat lagi oknum-oknum yang tersangkut kasus ini."

"Bersih-bersih" jajaran direksi Garuda Indonesia ini sendiri telah ditanggapi oleh Ari. Pria yang mulai memimpin Garuda Indonesia sejak 2018 lalu itu mengaku menerima keputusan Erick yang menonaktifkannya, meskipun juga merasa heran mengapa kasus penyelundupan ini bisa berkembang sedemikian besar.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts