Diduga Dalangi Penyelundupan Harley, Dirut Garuda Indonesia Bakal Dicopot
Nasional
Dirut Garuda Selundupkan Harley

Beberapa hari lalu, praktik penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton lewat armada baru Garuda Indonesia terbongkar ke publik. Ancaman pencopotan pun langsung dihadapi oleh Dirut Garuda Indonesia.

WowKeren - Baru-baru ini maskapai Garuda Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya pesawat Airbus A330-900 milik maskapai tersebut kedapatan membawa komponen Harley Davidson bekas dan dua unit sepeda Brompton secara ilegal.

Lebih tepatnya, pesawat itu kedapatan membawa 15 kotak berisi spare part motor Harley Davidson dalam kondisi bekas. Selain itu terdapat tiga kotak lainnya yang terisi dengan dua sepeda Brompton baru.

Skandal itu pun turut menarik perhatian Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir. Bila sebelumnya Erick mengancam akan memberhentikan direksi yang terlibat dalam skandal itu, kini sang menteri justru langsung memberikan ultimatum tegas.

Erick mengaku akan mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., I Gusti Ngurah Askhara Danadiutra alias Ari Askhara. Ultimatum ini didasarkan pada dugaan bahwa barang selundupan itu merupakan milik Ari.


"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan Direktur Utama Garuda," ujar Erick tegas, ketika ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (5/12). "Dan tentu proses pada ini karena perusahaan publik ada prosedurnya."

Menurut Erick, ada kesaksian bahwa Ari lah yang memberikan instruksi untuk mencari sepeda motor mewah tersebut. Pembeliannya pun dilakukan pada April 2019 lalu. Menanggapi terlibatnya Ari sebagai "dalang" penyelundupan, Erick pun mengaku akan menelusuri oknum-oknum yang terlibat dalam skandal ini.

"Komite audit mempunyai kesaksian motor Harley Davidson diduga milik AA," pungkas Erick. "Kita akan melihat lagi oknum-oknum yang tersangkut kasus ini."

Sebelumnya, Erick sudah memberikan arahan tegas pula bagi petinggi Garuda Indonesia menanggapi skandal penyelundupan ini. Ia menyarankan agar pejabat yang bersangkutan segera mengundurkan diri sebelum ketahuan terlibat.

"Kalau benar (terlibat) ya harus dicopot," kata Erick kala dijumpai awak media di Pacific Place, Jakarta, Rabu (4/12). "Yang lebih baik sebelum ketahuan mengundurkan diri. Itu kita kaya samurai Jepang. Tapi kalau benar (terbukti)."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts