Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) sendiri merupakan hasil survei Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementerian Agama dalam dua periode, yakni 16-19 Mei dan 18-24 Juni 2019.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 12 Desember 2019 - 10:00 WIB
WowKeren - Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementerian Agama (Kemenag) mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tahun 2019. Dalam indeks tersebut, provinsi DKI Jakarta dan 17 provinsi lainnya memiliki skor di bawah rata-rata.
Menurut Kemenag, rata-rata nasional skor indeks KUB tahun ini adalah 73,83 dari skala 0-100. Namun, DKI hanya berhasil mendapatkan skor sebesar 71,3.
Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun buka suara. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut mengaku akan membaca terlebih dahulu laporannya. Ia juga meminta agar masyarakat tidak langsung mengambil asumsi terkait hal tersebut.
"Nanti saja, saya baca dulu laporannya," tutur Anies di Jakarta Utara pada Rabu (11/12). "Jangan spekulatif."
Sementara itu, skor DKI yang berada di bawah rata-rata nasional ini telah disoroti oleh Menteri Agama Fachrul Razi. Menurut Fachrul, pemerintah perlu mengkaji penyebab rendahnya skor KUB di Jakarta.
"Jadi perhatian kita bersamalah. Saya punya konsep begini, kita mencoba menemukan apa sih yang sebenarnya kita jabarkan itu, kita breakdown-kan elemen-elemennya apa saja," terang Fachrul ditemui terpisah. "Kita temukan DKI tuh yang rendahnya di bidang apa, nanti kita coba fokus ke sana."
Sementara itu, rata-rata skor nasional 73,83 ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 70,90. Angka tersebut terdiri dari 3 indikator, yakni indikator toleransi dengan skor 72,37, kesetaraan 73,72, dan kerja sama 75,40.
Indeks KUB sendiri merupakan hasil survei Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag dalam dua periode. Yakni periode 16-19 Mei dan 18-24 Juni tahun 2019.
Survei tersebut dilakukan kepada 13.600 responden dari 136 kabupaten/kota di 34 provinsi. Sementara itu, sampel diambil secara acak berjenjang dengan batas kesalahan kurang lebih 4,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Selain DKI, sejumlah provinsi yang mendapat skor di bawah rata-rata adalah Jawa Timur, Kalimantan Timur, Gorontalo, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Aceh, Riau, Maluku Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Barat, Banten, hingga Bengkulu.
(wk/Bert)