JTBC Belum Minta Maaf Usai Rilis Berita Salah Soal BTS, Netizen Tak Kaget
Twitter/bts_bighit
TV

Big Hit mengklaim jika reporter JTBC memasuki gedung agensi tanpa kartu akses dan menggunakan rekaman yang difilmkan di dalam tanpa izin untuk siaran mereka.

WowKeren - Program "News Room" JTBC pada Senin (9/12) lalu membuat pemberitaan salah yang menyebutkan jika terjadi permasalahan antara BTS (Bangtan Boys) dan agensinya, Big Hit Entertainment terkait pembagian keuntungan dan kontrak eksklusif mereka.

Big Hit langsung merilis pernyataan panjang yang intinya menyebutkan pemberitaan JTBC salah atau melenceng dari fakta sebenarnya. Apalagi saat melakukan liputan, Big Hit mengklaim jika reporter memasuki gedung agensi tanpa kartu akses dan menggunakan rekaman yang difilmkan di dalam tanpa izin untuk siaran mereka.


Agensi Jungkook cs juga menuntut pihak JTBC membuat permintaan maaf resmi. Namun hingga kini, pihak JTBC tak kunjung membuat permintaan maaf resmi terkait kesalahan pemberitaan mereka. Melihat hal ini, netizen Korea Selatan rupanya sama sekali tidak kaget. Simak beberapa komentar di bawah ini:

"Apa yang kalian harapkan dari channel berlangganan?"

"Sudah sejak lama sejak 'News Room' kehilangan kredibilitas."

"Apa yang kalian harapkan dari perusahaan yang mengambil 13 miliar won investasi dari Asahi."

"Kelihatannya media memang marah pada Big Hit yang memproduksi konten video untuk BTS dan menghasilkan uang tanpa perlu datang ke acara TV. Mereka mencoba menjatuhkan BTS karena mereka kehilangan banyak uang sekarang. Bagaimana bisa media terus memberikan halangan di jalan para grup yang sukses?"

"Jepang sangat membenci BTS sekarang, aku tidak sadar kalau media Korea kita berpikir untuk mengeluarkan artikel dengan informasi tidak dikonfirmasi yang menyebutkan grup itu akan mendapat masalah. Sedih memikirkan bagaimana kita menunjukkan kepada seluruh dunia betapa rendah sistem media kita."

Sementara itu terkait pemberitaan salah JTBC ini, Big Hit selain menuntut permintaan maaf juga mengajukan keluhan terkait pelanggaran stasiun TV tersebut. "Kami percaya bahwa sebanyak pers memiliki hak kebebasan berbicara, mereka harus mengikuti prosedur dan kebijakan yang tepat ketika meliput berita. Dalam hal ini, kami berencana untuk mengajukan keluhan terkait pelanggaran JTBC," cuplikan bunyi pernyataan Big Hit.

You can share this post!

Related Posts