Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini, menilai bahwa genangan air muncul di beberapa titik hanya karena adanya antrean masuk air hujan ke dalam saluran.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 18 Desember 2019 - 10:28 WIB
WowKeren - Memasuki musim hujan, sejumlah wilayah di Jakarta mulai kembali disapa oleh genangan air. Salah satunya terjadi pada Selasa (17/12) sore kemarin.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta agar masyarakat tak perlu khawatir. Kepala Dinas Sumber daya Air DKI, Juaini, memastikan bahwa pihaknya dari jauh hari telah mengantisipasi banjir di musim hujan.
"(Masyarakat) enggak perlu khawatir kalau saya pikir, karena kan hujan itu anugerah," tutur Juaini dilansir Kumparan pada Rabu (18/12).
Menurut Juaini, genangan yang terdapat di beberapa titik di Jakarta kemarin tidak bertahan lama. Oleh sebab itu ia menyimpulkan bahwa drainase telah cukup efektif.
"Ketika hujan selesai, ya sekitar paling lama 30 menit enggak ada lagi (genangan), surut langsung," ungkap Junaidi. "Sudah mulai terasa (drainase) kita buktikan cepatnya air (surut) enggak ada kayak kemarin satu hari baru (surut)."
Juaini menilai bahwa genangan air muncul di beberapa titik karena adanya antrean masuk air hujan ke dalam saluran. Oleh sebab itu, Pemprov DKI akan memperbanyak mulut saluran air di beberapa titik untuk mengatasi genangan kala hujan deras.
"Berdasarkan pengalaman yang tadi, supaya mempercepat, ada beberapa tempat mungkin besok akan kita tambah mulut-mulut airnya," terang Juaini. "Supaya antreannya enggak terlalu banyak sehingga pas hujan gede enggak ada lagi genangan di situ."
Lebih lanjut, Juaini menjelaskan bahwa Dinas SDA juga telah membentuk Satgas khusus dalam mengatasi banjir. Ia juga mengaku bahwa Pemprov DKI masih memiliki senjata pamungkas untuk membuat genangan air cepat surut.
"Satgas selama ini 8.000-an (personel) itu kita tempatkan di masing-masing wilayah mulai kecamatan hingga sudin walikota. mereka amankan wilayah masing-masing. Jadi beberapa lokasi yang dianggap rawan itu Satgas kita, ketika sudah gelap itu sudah langsung standby di lokasi sudah muter keliling di lapangan, itu SOP kita gitu," jelas Juaini. "Kita bawa pompa mobil, tapi karena enggak ada (banjir) tadi cuman sebentar kita enggak keluarkan senjata pamungkas kita pompa mobil. Itu ada sekitar 350 unit di sebar ke 5 wilayah."
(wk/Bert)