Tewaskan 35 Orang, Polisi Sebut Insiden Bus Sriwijaya Akibat Kelalaian Perusahaan
Nasional

Polisi menyebut bahwa selain perusahaan mempekerjakan sopir yang tidak mengantongi surat izin mengemudi, kendaraan yang dipakai juga sudah beroperasi selama 20 tahun.

WowKeren - Sebuah kecelakaan maut bus terjadi di Sumatera Selatan pada Senin (23/12). Bus Sriwijaya dengan nomor polisi BD 7031 AU, jurusan Bengkulu-Palembang masuk ke jurang di Likung Lematang, Kecamatan Dampo Selatan, Kota Pagaralam hingga menewaskan 35 penumpang.

Polisi menilai bahwa salah satu penyebab insiden tersebut adalah lemahnya kontrol Perusahaan Otobus (PO) Sriwijaya. Misalnya PO Sriwijaya mempekerjakan sopir bus yang tidak memiliki surat izin mengemudi. Sehingga menunjukkan sopir bus tersebut kurang profesional. Sopir yang tidak terbiasa dengan jalur yang dilaluinya, menjadi gugup dan tidak mampu mengatasi kondisi.

"Tidak terbiasa melewati jalur tersebut. Saat menghadapi masalah, menjadi gugup dan tidak mampu mengatasi situasi yang berdampak los," kata Kakorlantas Polri Irjen Polisi Istiono dilansir Antara, Kamis (26/12). "Tidak ada pengereman atau upaya penyelamatan darurat."

Selain profesionalitas sopir, polisi juga menyoroti jumlah tempat duduk. Bus Sriwijaya yang seharusnya berkapasitas 25 tepat duduk justru dipaksakan hingga 48 kursi. Tak cukup sampai di situ, bus Sriwijaya juga telah beroperasi selama 20 tahun sehingga sudah tak lagi seusai dengan standar operasional keamanan.


"Ban belakang vulkanisir dan aus sehingga tidak berfungsi sebagai penahan," jelas Istiono. "Saat dilakukan pengereman atau menyebabkan kendaraan meluncur los."

Sementara itu, Kementerian Perhubungan meminta agar operator angkutan darat berbenah diri. Sebab, peran operator sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan para penumpang.

"PO ini kan investasinya tidak murah, jadi kita harapkan pemilik kendaraan angkutan juga mempunyai kesadaran," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di Tasikmalaya, Rabu (25/12). "Selain mengamankan investasi, kemudian bisnis, juga keselamatan."

Untuk menghindari terjadinya kejadian serupa, Budi meminta agar operator kendaraan angkutan orang meningkatkan faktor keamanan dan keselamatan penumpang. "Mungkin tidak secara sporadis, tapi ada kemajuan dan komitmen dari kita untuk itu. Tinggal kita harapkan kerja sama yang baik, kesadaran dari operator untuk sama-sama lebih baik," kata dia.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait