Sambut Gerhana Matahari Cincin, Pemkot Singkawang Sediakan Kuliner Gratis untuk Warga
Nasional

Adapun penampilan budaya dan kuliner gratis ini selain memberikan pelayanan serta hiburan kepada masyarakat, juga merupakan rangkaian dari Kirab Budaya Multietnis 2019.

WowKeren - Fenomena langit gerhana matahari cincin akan berlangsung hari ini, Kamis (26/12). Sejumlah wilayah di Indonesia berkesempatan untuk menyaksikan fenomena langka ini, termasuk Singkawang, Kalimantan Barat.

Adapun durasi gerhana matahari cincin di kota tersebut akan berlangsung selama 3 menit 38,1 detik. Untuk itu, Pemerintah Kota Singkawang telah menyiapkan makanan gratis untuk warga yang ingin menyaksikan gerhana. Hal ini sebagai bentuk kepedulian pemkot setempat.

Berbagai jenis makanan disiapkan di 4 tempat berbeda di Kecamatan Singkawang Barat. Bukan hanya kuliner, di keempat tempat tersebut juga akan disajikan atraksi dari berbagai daerah asli Indonesia. Adapun penampilan budaya dan kuliner gratis ini selain memberikan pelayanan serta hiburan kepada masyarakat, juga merupakan rangkaian dari Kirab Budaya Multietnis 2019.


Yang mana, acara tersebut dirangkai menjadi satu untuk menyemarakkan fenomena gerhana matahari cincin. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. Menurutnya, terjadinya fenomena gerhana matahari cincin yang langka merupakan suatu berkah di Singkawang. "Ini fenomena alam luar biasa. Kota Singkawang merasa mendapat berkah, gerhana matahari cincin terjadi di Singkawang," ujarnya.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan baru, yang sedikit lebih jauh dari Bumi dan tampak lebih kecil di langit, akan menutupi 97 persen cakram Matahari saat berada dalam garis lurus atau sejajar. Yang menjadikan fenomena ini istimewa adalah bahwa kejadian alam tersebut tidak terjadi setiap tahun.

Sementara itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menyarankan agar fenomena alam ini tidak dilihat dengan mata telanjang. Meskipun saat gerhana matahari tertutup bulan namun radiasi yang ditimbulkan cukup berbahaya bagi mata.

"Tidak disarankan dilihat dengan mata telanjang," kata peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto dilansir Republika, Kamis (26/12). "Karena meskipun matahari tertutup bulan saat itu cahayanya masih menyilaukan. Yang paling aman adalah menggunakan kacamata matahari atau filter matahari."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait