Mendagri Tito Karnavian 'Tantang' Wakil Bupati Nduga yang Mengundurkan Diri
Nasional

Salah satu alasan pengunduran diri Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge, adalah pemerintah pusat yang tak mau mendengar permintaannya untuk menarik pasukan TNI-Polri dari Nduga, Papua.

WowKeren - Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge, diketahui telah menyatakan pengunduran dirinya secara langsung di hadapan masyarakat pada Selasa (24/12). Salah satu alasan pengunduran diri Wentius adalah pemerintah pusat yang tak mau mendengar permintaannya untuk menarik pasukan TNI-Polri dari Nduga, Papua.

Merespons hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun "menantang" sang Wabup untuk menjamin keamanan apabila pasukan TNI-Polri ditarik dari Kabupaten Nduga. Tito menjelaskan bahwa pasukan TNI-Polri dikirim ke Nduga untuk mencari kelompok yang membunuh 34 pekerja PT Istaka Karya pada Desember 2018 silam.


"Jadi kalau seandainya ada permintaan penarikan pasukan, pertanyaannya ada enggak yang bisa menjamin baik Bupati, Wakil Bupati?" ujar Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat (27/12). "Atau ada enggak yang bisa menjamin tokoh-tokoh di sana?"

Apabila ada yang bisa menjamin keamanan masyarakat, Tito mempertanyakan keadilan bagi pelaku pembunuhan warga sipil di Nduga. Mantan Kapolri tersebut mengklaim bahwa tokoh masyarakat setempat tak ada yang bisa memberikan jaminan tersebut.

"Artinya kan harus ada perlindungan di sana," terang Tito. "angan salah, beberapa masyarakat, kelompok masyarakat ada yang takut, baik yang kelompok masyarakat pendatang maupun yang asli di situ juga takut pada mereka (kelompok bersenjata), di mana perlindungannya dari negera TNI dan Polri."

Lebih lanjut, Tito menegaskan bahwa penempatan pasukan TNI-Polri murni dilakukan demi penegakan hukum terhadap KKB yang membunuh puluhan pekerja PT Istaka Karya dan masyarakat lainnya. Dalam penegakan hukum ini, tutur Tito, anggota TNI dan Polri juga ada yang tewas.

"Karena enggak ada yang bisa jamin maka penegakan hukum, penegakan hukum (oleh) Polri dan TNI," pungkas Tito. "Nah, TNI di sana dalam rangka mendukung operasi kepolisian penegakan hukum karena medannya yang sulit."

Sebelumnya, Wentius menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya menyusul adanya warga yang ditembak mati. Ia mengaku tak sanggup melihat sejumlah kekerasan hingga pembunuhan menimpa warganya.

"Iya benar (mengundurkan diri), ya alasannya itu, warga saya ditembak mati," kata Wentius dilansir detikcom, Kamis (26/12). Ia melanjutkan bahwa saat ini dirinya tengah mempersiapkan surat pengunduran diri tersebut.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts