Tetangga Novel Baswedan Ngaku Lihat Tersangka Penyiram Air Keras Mondar-Mandir Sejak Lama
Nasional
Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Salah seorang tetangga Novel mengaku bahwa tersangka RM dan RB memiliki kemiripan dengan sosok mencurigakan yang mondar-mandir di rumah Novel beberapa minggu sebelum penyiraman air keras terjadi.

WowKeren - Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan menemui titik terang usai 2 orang tersangka berhasil diamankan polisi pada Kamis (26/12) malam. Kedua tersangka berinisial RM dan RB tersebut diketahui merupakan anggota Polri aktif.

Salah satu tetangga Novel yang enggan disebut namanya lantas mengaku bahwa 2 tersangka tersebut mirip dengan sosok mencurigakan yang mondar-mandir di rumah Novel, beberapa minggu sebelum insiden penyiraman air keras. "Ini betul mirip (menunjuk foto RB). Ini juga tapi dulu rambutnya panjang (foto RM)," ujar tetangga Novel tersebut kepada Tempo, Minggu (29/12).

Menurut tetangga Novel itu, kedua pria tersebut sering mendatangi warung miliknya untuk sekedar minum kopi. Ia mengaku bahwa RM dan RB rutin datang selama satu pekan sebelum teror penyiraman air keras itu terjadi.


Sang tetangga juga mengaku sempat merasa curiga, pasalnya ia mengenali mayoritas warga sekitar Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Salah satu hal yang disorotinya adalah logat bicara RM dan RB yang dinilainya bukan dari Pulau Jawa. "Logatnya seperti orang seberang," tuturnya.

Sementara itu, pihak kepolisian telah mengungkapkan motif tersangka berdasarkan hasil penyelidikan sementara. RM dan RB diduga menyerang Novel dengan motif tidak suka. "Seperti yang dikatakan (pelaku) bahwa dia tidak suka NB (Novel Baswedan), dianggap sebagai pengkhianat," terang Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra dilansir Kumparan, Minggu (29/12).

Sebelumnya, salah satu tersangka memang sempat meneriakkan "Saya tidak suka Novel karena dia pengkhianat!" kala digiring untuk dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri pada Sabtu (28/12). Terkait teriakan tersangka tersebut, Asep menyebut hal itu masih memerlukan pendalaman.

Apabila hasil pemeriksaan telah lengkap, maka Polri akan membeberkan kasus tersebut secara terang. "Keterangannya seperti itu," ujar Asep.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts