Puluhan Taksi Blue Bird Terendam Banjir, Ini Kata Manajemen
Nasional
Banjir Jakarta 2020

Video mobil-mobil taksi Blue Bird yang sedang terparkir terendam beredar viral. Bagai berada di kolam renang, air menggenang hingga hampir menutupi atap mobil.

WowKeren - Pool taksi Blue Bird di Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Rabu (1/1) terdampak banjir. Video mobil-mobil taksi yang sedang terparkir terendam pun beredar viral.

Bagai berada di kolam renang, air menggenang hingga hampir menutupi atap mobil. Selain mobil berjenis sedan, beberapa mobil pribadi dan sepeda motor juga ikut terendam.


Berdasarkan pengakuan warga, banjir mulai terjadi sejak pukul 04.00 WIB. Banjir dari Kali Cipinang itu membawa beraneka sampah berupa potongan kayu, bambu, dan aneka sampah rumah tangga.

Selain pool Blue Bird, sebagian rumah warga dan pertokoan juga banyak yang terendam. Kini warga telah dievakuasi.

Sementara itu, Amelia Nasution selaku Direktur Marketing PT Blue Bird membenarkan jika beberapa pool dari Bluebird Group mengalami kebanjiran. Banjir terjadi akibat dari luapan air deras yang mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa, 1 Januari 2020.

Diakui Amelia, saat ini kondisi banjir di Pool Blue Bird sudah mulai surut. Pihak perusahaan pun masih fokus melakukan evakuasi. Belum diketahui pasti berapa kerugiannya.

"Yang paling parah di Kramat Jati. Saat ini sudah surut," kata Amelia saat dihubungi media. "Kami saat ini fokus melakukan evakuasi dan pendataan unit operasional yang terdampak dari banjir ini."

Meskipun salah satu pool terendam banjir, Amelia memastikan Blue Bird tidak menghentikan pelayanan kepada masyarakat. "Hari ini Bluebird tetap memberikan layanan kepada masyarakat melalui pool-pool dan unit layanan yang tidak terkena dampak banjir," tandas Amelia.

Sementara itu, jumlah warga DKI Jakarta yang mengungsi akibat banjir terus bertambah. Berdasarkan data BPBD DKI, warga yang mengungsi kini mencapai 31.232 orang pada Rabu (1/1) pukul 19.00 WIB.

Para pengungsi tersebar di lima wilayah Jakarta mulai Barat, Selatan, Timur, Utara, dan Pusat. BPBD mencatat pengungsi terbanyak berada di wilayah Jakarta Timur dengan jumlah 13.516 orang, kemudian disusul Jakarta Barat dengan 10.586 orang, Jakarta Selatan 5.305 orang, Jakarta Utara 1.515 orang, dan Jakarta Pusat 310 orang.

Sedangkan untuk titik banjir di DKI, BPBD mengatakan ada 38 titik yang tersebar di lima wilayah. Jakarta Timur dan Selatan terdapat 10 titik banjir, Jakarta Pusat 8 titik banjir, Jakarta Barat 6 titik banjir, dan Jakarta Utara 4 titik banjir.

Total ada sebanyak 158 kelurahan di Jakarta yang kebanjiran. Adapun pengungsian tersebar di 269 lokasi.

(wk/diah)

You can share this post!

Related Posts