Dalam pidato yang disampaikannya di acara Peringatan Natal dan Tahun Baru, Menko polhukam Mahfud MD mengatakan agar masyarakat tetap menjaga tali persaudaraan.
- Nidya Putri
- Selasa, 07 Januari 2020 - 18:59 WIB
WowKeren - Menko Polhukam Mahfud MD kembali membahas terkait pentingnya mempererat tali persaudaraan di Indonesia sesuai amanat Pancasila. Ia juga sempat membahas soal agama yang digunakan sebagai alasan untuk mendiskriminasi sesama manusia dan menilainya sesat.
Hal ini disampaikan oleh Mahfud saat dirinya berpidato dalam acara Peringatan Natal dan Tahun Baru di Auditorium BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/1). Dalam acara tersebut juga turut hadir Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Awalnya, Mahfud meminta masyarakat menjaga persaudaraan antarmanusia yang memiliki keberagaman agama. Pasalnya, adanya perbedaan di dunia itu merupakan kehendak Tuhan.
"Perbedaan itu kehendak Tuhan semata-mata," ujar Mahfud dalam pidato. "Oleh sebab itu, di dalam perbedaan itu kita diminta atau dituntut berlomba-lomba berbuat baik untuk bersahabat dengan semua orang, tidak saling mencaci, tidak saling membenci."
Mahfud menilai jika setiap manusia percaya akan adanya Tuhan. Karena itu, ia meminta agar masyarakat mengikuti ajaran Tuhan di tengah-tengah keberagaman agama di Indonesia.
"Karena pada dasarnya manusia hamba Tuhan dan sebagai hamba Tuhan percaya sepenuhnya bahwa Tuhan kalau mau, pasti bisa satukan kita," paparnya. "Tetapi kita juga berbeda dan itulah yang kemudian jadi salah satu dari sila dasar negara kita, Ketuhanan Yang Maha Esa."
Lebih lanjut, ia juga mengatakan jika setiap agama pada dasarnya pasti mengajarkan soal pentingnya persaudaraan. Karena itu, ia menilai jika seseorang berlaku jahat dan mendiskriminasi sesama manusia termasuk perbuatan sesat.
"Kita semua bertuhan dan melembaga ke berbagai agama dan berbagai agama itu, agama apa pun, agama apa pun pasti mengajarkan persaudaraan," pungkasnya. "Adalah sesat manakala orang menggunakan agama atau mengatasnamakan agama itu berlaku dengki, berlaku jahat, dan selalu mendiskriminasi orang lain."
(wk/nidy)