Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Amerika bertentangan dengan kemanusiaan dan prinsip perdamaian dunia.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 07 Januari 2020 - 20:55 WIB
WowKeren - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ikut buka suara menanggapi konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Iran. PBNU mengecam keras aksi Donald Trump terkait pembunuhan pimpinan militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani di Baghdad, Irak, pada Jumat (3/1).
Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini. Helmy menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Trump sangat bertentangan dengan kemanusiaan dan melanggar prinsip perdamaian dunia.
"Mengecam keras tindakan Pemerintah AS bersama militernya yang dengan sengaja menembakkan roket," kata Helmy melalui keterangan tertulis dilansir CNN Indonesia, Selasa (7/1). "Yang menyebabkan gugurnya Jenderal Qassem Soleimani."
Menurut Helmy, Amerika Serikat harus segera berhenti menghabisi nyawa rakyat Timur Tengah. Demi perdamaian dunia, AS dikatakannya harus bertindak secara rasional. Tak hanya itu, Helmy juga meminta agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut turun tangan menghadapi konflik tersebut. Sementara itu, Indonesia sendiri harus bisa melihat persoalan ini secara objektif.
"Mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan upaya-upaya bantuan penyelesaian konflik melalui PBB," ujar Helmy. "Prinsip yang harus dipegang Indonesia harus objektif melihat persoalan ini."
Lebih lanjut, PBNU meminta masyarakat Indonesia untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi dengan aksi AS tersebut. Hal itu dilakukan agar tidak semakin memperkeruh suasana.
Sebelumnya, serangan AS tersebut dilancarkan dengan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone hingga menewaskan pimpinan militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Tak hanya Soleimani, wakil komandan milisi Syiah Irak (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis, petinggi milisi Kataib Hizbullah, dan seorang petugas protokoler bandara Irak, Mohammed Reda juga turut meninggal dalam serangan itu.
Trump berdalih Soleimani merencanakan serangan besar terhadap warga AS di Timur Tengah. Sehingga untuk mencegahnya, ia menyerang terlebih dulu.
Sementara itu sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa apa yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran tidak akan berdampak pada investasi dalam negeri. Luhut mengaku tak khawatir dengan sentimen kenaikan harga minyak global yang mungkin terjadi akibat ketegangan tersebut.
(wk/zodi)