SBY Buka Suara Soal Potensi Perang Dunia III, Sebut Nasib Penduduk Bumi Di Tangan AS Dan Iran
Nasional

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti perseteruan yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Iran. Ia juga membicarakan potensi terjadinya perang dunia ketiga.

WowKeren - Hubungan Iran dan Amerika Serikat (AS) saat ini semakin memanas dan mencapai ketegangan yang begitu tinggi akibat terbunuhnya Jenderal Qasem Soleimani. Seperti yang diketahui, Soleimani yang merupakan komandan pasukan elit Quds Iran dibunuh oleh Amerika atas perintah langsung dari Presiden Donald Trump.

Ketegangan kedua negara tersebut lantas menimbulkan banyak opini akan terjadinya perang dunia ketiga. Presiden Republik Indonesia Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat berbicara mengenai permasalahan Iran dan AS. Tak hanya itu, SBY juga memberikan opininya terkait potensi perang dunia ketiga.

SBY mengingatkan pihak-pihak yang berharap tahun 2020 bisa berlangsung damai harus bersiap untuk kecewa. Ia menyoroti situasi yang memanas di kawasan Timur Tengah sehingga dapat berpotensi memicu terjadinya perang.

"Bagi yang berharap tahun 2020 ini dunia kita menjadi lebih aman dan damai, harus bersiap untuk kecewa. Bahkan frustrasi," tulis SBY di laman Facebook, Selasa (7/1). "Tidak ada tanda-tanda untuk itu. Yang terjadi, di awal tahun baru ini kawasan Timur Tengah kembali membara."

SBY Soroti Iran AS

Facebook

Menurut SBY, faktor utama yang bisa mendorong terjadinya perang adalah adanya pemimpin eratik dan gemar akan perang. "Perang besar bisa terjadi di tangan pemimpin eratik dan gemar perang (warlike)," ujar SBY.


SBY lantas menyoroti pemimpin ketiga negara yang terlibat situasi memanas ini, yakni Iran, Irak, dan Amerika Serikat. Saat ini, SBY mengatakan jika sejarah sedang menguji apakan ketiga pemimpin tersebut merupakan pemimping eratik dan suka perang atau tidak.

"Saat ini sejarah juga sedang menguji apakah Presiden Trump, Ayatollah Khamenei, dan Presiden Rouhani termasuk kategori pemimpin yang eratik dan suka perang atau tidak," tulis SBY. "Semoga mereka bukan tipe itu."

SBY mengaku jika dirinya bukan orang yang mudah percaya jika krisis di Timur Tengah akan memicu terjadinya perang besar. Walau begitu, jika tidak ada pihak yang berani melakukan langkah damai, maka bukan tidak mungkin akan terjadi perang dunia.

"Saya pribadi termasuk orang yang tak mudah percaya bahwa krisis di Timur Tengah saat ini bakal menjurus ke sebuah perang besar. Apalagi perang dunia," ungkap SBY. "Namun, saya punya hak untuk cemas dan sekaligus menyerukan kepada para pemimpin dunia agar tidak abstain, dan tidak melakukan pembiaran. Maksud saya, janganlah para 'world leaders' itu 'do nothing'. Mereka, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, harus 'do something'."

Ketua Umum Partai Demokrat ini mengingatkan jika masa depan dunia berada di tangan para pemimpin dunia tersebut untuk dapat mencegah terjadinya perang. Ia berharap agar baik Iran, Irak, dan Amerika Serikat dapat menyelesaikan permasalahan mereka dengan jalan diplomasi demi keselamatan penduduk dunia.

"Terlalu berbahaya jika nasib dunia, utamanya nasib 600 ratus juta lebih saudara-saudara kita yang hidup dan tinggal di kawasan itu, hanya diserahkan kepada para politisi dan para jenderal Amerika Serikat, Iran dan Irak," ujar SBY. "Timur Tengah dan bahkan dunia akan bernasib buruk jika para politisi, diplomat dan jenderal di negara-negara itu melakukan kesalahan yang besar. Risikonya bisa memunculkan terjadinya tragedi kemanusiaan yang juga besar."

"Generasi masa kini memang tidak pernah merasakan harga yang harus dibayar oleh sebuah perang dunia, sebagaimana yang terjadi di awal dan medio abad 20 dulu," sambungnya. "Sebenarnya, melalui buku-buku sejarah atau film-film, sebagian dari mereka mengetahui getirnya penderitaan manusia yang menjadi korban dari sebuah peperangan berskala besar."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait