Adapun alasan pelaku menggunakan telur gagal tetas karena harganya lebih murah. Jika telur biasa dihargai Rp 1.000 per butir, maka pemilik pabrik cukup merogoh Rp 300 setiap butirnya.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 08 Januari 2020 - 14:54 WIB
WowKeren - Sebuah pabrik makanan ringan "Rejeki" di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Lumajang digerebek polisi. Pasalnya, pabrik ini dalam proses produksinya menggunakan telur busuk.
Adapun penggerebekan tersebut untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Pabrik yang memproduksi kue bidaran Cap Garuda tersebut menggunakan telur infertil atau telur gagal tetas sebagai bahan bakunya. Tak hanya itu, pemilik pabrik juga tidak mengantongi izin baik dari Dinas Kesehatan maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Anggota kami Ditreskrium menerima informasi bahwa di Desa Tukum Lumajang ada kegiatan produksi makanan tidak layak," kata Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Ratulangi dilansir Detik, Rabu (8/1). "Kami cek dan ditemukan pembuatan kue yang diberi merk Garuda menggunakan campuran telur gagal menetas dan tidak layak."
Telur yang gagal menetas jika disimpan berpotensi membusuk apalagi jika disimpan dalam waktu yang lama. Telur infertil memang jauh lebih murah dibanding telur biasa. Jika telur biasa dihargai Rp 1.000 per butir, maka pemilik pabrik cukup merogoh Rp 300 setiap butirnya.
Dalam satu hari, pemilik pabrik menggunakan 1.000 butir telur busuk untuk produksinya. Adapun pabrik ini sudah beroperasi sejak tahun 2004. Tak hanya di Lumajang, pelaku usaha juga memasarkan hasil produksinya ke Probolinggo dan Jember.
"Menggunakan telur ini karena sangat murah," kata pemilik pabrik, Imam Syafii, masih dilansir Detik. "Telur busuk dari warga Probolinggo. Untuk peredaran kue bidaran ini ke daerah Lumajang, Probolinggo, dan Jember."
Sementara itu, gangguan kesehatan yang mungkin ditimbulkan dari mengkonsumsi makanan yang mengandung telur busuk ini adalah diare. Pasalnya, telur busuk berpotensi mengandung bakteri Escherichia coli.
"Dari sisi bahan pembuatan kue konsumen berisiko terkena bakteri E-coli," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang Bayu Wibowo. "Dan berakibat diare setelah makan makanan ini."
Selain menangkap pelaku polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil boks berisi telur infertil atau gagal tetas sebanyak 5.000 butir dan 1.000 butir telur gagal tetas yang siap diolah. Puluhan plastik kemasan kue juga turut diamankan.
(wk/zodi)