Komisioner KPU Terciduk KPK, Gerindra Duga Ada Praktik Jual-Beli Suara di Pemilu
Twitter/kpu_ri
Nasional

KPK menjaring Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam OTT yang digelar kemarin (8/1). Belum diketahui kasus apa yang melibatkan Wahyu, namun Gerindra menduga berkaitan dengan praktik jual-beli suara.

WowKeren - Dalam gelaran operasi tangkap tangan (OTT) yang KPK adakan pada Rabu (8/1) kemarin, seorang Komisioner KPU atas nama Wahyu Setiawan. Tertangkapnya Wahyu mungkin cukup membuat publik terkejut, apalagi karena sosoknya yang dikenal sangat tegas terhadap urusan korupsi.

Kendati belum ada pernyataan resmi terkait status Wahyu dalam kasus rasuah tersebut, berita terjaringnya sang komisioner sudah menimbulkan beragam reaksi. Termasuk di antaranya dari Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra, Sodik Mudjahid.

Sodik menilai tertangkapnya Wahyu merupakan "kunci" dari seluruh kecurigaan publik atas praktik kecurangan di Pemilihan Umum. "Selama ini ada kekhawatiran, bahkan kecurigaan kepada KPU di berbagai daerah dan berbagai lini atas jual beli suara," kata Sodik, Kamis (9/1).

Menurut Sodik, salah satu bukti adanya praktik jual beli suara adalah biaya besar yang mesti digelontorkan para pelaku politik praktis. Biaya besar ini, imbuh Sodik, digunakan untuk membayar saksi.


Menurutnya keberadaan saksi merupakan bukti bahwa KPU tidak kredibel dalam melaksanakan tugasnya. "Jika KPU kredibel, partai, caleg, dan cakepda (calon kepala daerah), capres, tidak usah terlalu direpotkan dengan saksi," terang Sodik, dilansir dari Merdeka.

Kendati demikian, Sodik berharap peristiwa ini bisa memberikan hikmah positif. Salah satunya KPU diharapkan bisa meningkatkan kebersihan jajarannya, apalagi karena bidang pekerjaan yang rawan bersinggungan dengan "lahan basah".

"KPK harus terus mengawasi dengan intensif kegiatan Pemilu, Pilpres, dan Pilkada," pungkas Sodik. "Semua terduga diproses hukum dengan baik."

Sementara itu, sampai sekarang belum ada konfirmasi resmi terkait kasus suap yang melibatkan Wahyu. Namun di tengah masa penantian konfirmasi ini, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief ternyata memiliki bocoran.

"Miris saya mendengar kabar OTT komisioner KPU bersama Caleg Partai suara terbesar Pemilu. Lebih miris lagi kabarnya bersama dua staf Sekjen Partai tersebut. Sistemik?" cuit Andi, Kamis (9/1).

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait