Menkominfo sempat meminta agar Netflix lebih banyak menayangkan konten asli Indonesia pada programnya. Merespon permintaan tersebut, Netflix pun memberi jawaban sebagai berikut.
- Nidya Putri
- Kamis, 09 Januari 2020 - 19:24 WIB
WowKeren - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate belum lama ini meminta agar Netflix memperbanyak konten dari Indonesia. Bahkan Menkominfo meminta agar baik pihak Netflix dan Telkom untuk segera berdamai.
"Kepada Netflix, tentu kita minta, tolong gunakan juga hasil dari kreativitas di dalam negeri," tutur Johnny, dikutip dari Kompas. "Kan banyak yang bisa membuat film dalam negeri untuk diedarkan."
Merespon permintaan tersebut, Netflix pun mengatakan jika pihaknya sangat bersemangat dengan pasar Indonesia. Bahkan mereka telah menyediakan katalog khusus untuk itu.
"Ketika membuka genre, akan tersedia pilihan Indonesia," ujar Managing Director Netflix Kuek Yu-Chuang, Kamis (8/1). "Saat diklik akan tampil semua konten dari Indonesia. Jumlahnya sudah cukup banyak."
Kuek lantas menegaskan jika Netflix tak akan berhenti membuat konten original pasca dirilisnya "The Night Come for Us" yang merupakan karya sineas Indonesia. Bahkan pihaknya telah siap membuat program kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kemampuan insan perfilman Tanah Air agar bisa menembus pasar global.
"Untuk inisiatif ini Netflix menginvestasikan dana sebesar USD 1 juta (sekitar Rp 14 miliar)," ungkapnya. "Melalui inisiatif-inisiatif ini, kami ingin bisa berkontribusi pada pertumbuhan komunitas kreatif di Indonesia. Netflix berharap bisa membawa tema-tema unik mengenai Indonesia dan dapat dinikmati oleh masyarakat dunia."
Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim menilai bahwa dengan menjalin kerja sama dengan Netflix, maka talenta sineas Indonesia bisa lebih ditingkatkan lagi kapasitasnya. Netflix, dikatakannya, adalah sebuah platform yang amat diperlukan untuk mengenalkan kebudayaan dan industri perfilman RI ke kancah internasional.
"Ini bisa memamerkan budaya Indonesia, industri perfilman Indonesia," terang Nadiem. "Dibutuhkan platform distribusi seperti Netflix."
"Harapan saya, Indonesia bisa menjadi tempat syuting paling laku di dunia," terang Nadiem. "Ini kita memang harus kolaborasi."
(wk/nidy)