Skandal megakorupsi PT Asuransi Jiwasraya membuat perusahaan tersebut gagal membayar polis nasabah. Namun, Menteri BUMN Erick Thohir berjanji bakal mengembalikan uang tersebut ke nasabah.
- Nidya Putri
- Kamis, 09 Januari 2020 - 20:32 WIB
WowKeren - Skandal megakorupsi PT Asuransi Jiwasraya hingga saat ini masih menjadi sorotan. Karena masalah tersebut asuransi pelat merah ini pun gagal membayar polis nasabahnya.
Meski begitu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berjanji bakal mengupayakan agar PT Jiwasraya bisa mengembalikan uang nasabah yang selama ini belum dikembalikan karena skandal yang bikin perusahaan asuransi milik negara tersebut gagal bayar.
Lebih lanjut, Erick mengatakan jika pengembalian hak nasabah tersebut akan diberikan secara dicicil. Pihaknya pun tengah mengupayakan agar Jiwasraya kembali memiliki modal yang cukup untuk itu.
"Kan ada step-nya. Jadi pembentukan holding (BUMN asuransi) itu nanti akan cashflow Rp 1,5-2 triliun ya, kita bisa cicil ke depan," kata Erick ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (9/1). Selain pembentukan holding, arus modal bagi Jiwasraya bisa diperoleh melalui penjualan aset-aset saham yang memang memungkinkan.
Dari situ akan ada tambahan kas untuk mengembalikan dana nasabah. "Juga nanti ada aset-aset yang saham yang mungkin masih bisa dilepas, itu juga bisa," terangnya.
Erick juga menambahkan bahwa BUMN tak akan lari dari tanggung jawab walaupun masalah Jiwasraya sudah terjadi sejak 2006. "Jadi apa yang terjadi dulu dan sekarang, saya yakin pemerintah selalu mencarikan solusi," pungkasnya. "Tapi yang pasti di bawah pemerintahan Pak Jokowi sendiri saat ini, tentu kebetulan kami yang sedang coba bekerja sama dengan banyak pihak ya, kita harus memberikan solusi. Jadi bukan lempar problem. Kita harus jadi solusi maker."
Sementara itu, nama Presiden Joko Widodo sempat terseret dalam kasus Jiwasraya ini. Bahkan Jokowi disebut-sebut menerima aliran dana dari Jiwasraya demi kepentingan kampanye Pemilihan Presiden 2019 kemarin.
Namun, Erick Thohir segera menepis tuduhan tersebut. Ia lantas berasumsi bahwa saat ini ada pihak-pihak yang "gemetaran" karena khawatir aibnya di Jiwasraya akan terungkap. Pihak itulah yang lantas menyebarkan isu dengan mencatut nama Jokowi dan lingkup Istana.
"Yang kita setop oknum-oknum yang merampok Jiwasraya," kata Erick saat ditemui di Posko Pengungsi Teluk Naga, Tangerang, Minggu (5/1). "Ya mohon maaf banyak diplesetkan dibilang Pak Jokowi yang ambil, istana yang ambil."
(wk/nidy)