Geger Dugaan Racun di Tubuh Lina Eks Istri Sule, Teddy Dicecar Polisi Soal Obat-Obatan
Instagram/ferdinan_sule
Selebriti

Polisi telah mengambil sampel cairan tubuh untuk toksikologi serta menginterogasi Teddy soal obat-obatan yang dikonsumsi sebagai prosedur untuk mencari tahu penyebab meninggalnya eks istri Sule, Lina.

WowKeren - Polisi melakukan analisa untuk mengetahui penyebab meninggalnya eks istri Sule, Lina. Selain otopsi, polisi melakukan toksikologi atau uji racun untuk mengetahui adakah kadar racun dalam tubuh Lina.

"Ya kalau yang dianggap suatu ketidakwajaran suatu kematian, yang harus dilakukan semuanya itu, terkait dengan racun apakah diduga dengan adanya kekerasan dan lain-lain, begitu," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga. "Itu kan prosedur semua forensik. Semua kemungkinan-kemungkinan itu dilakukan pemeriksaan. Kekerasan, racun, itu kan semuanya kan prosedur dari forensik."

Netizen sempat heboh dan salah kira kalau polisi telah menemukan racun di tubuh Lina. Menanggapi hal itu, Saptono menyebut pihaknya baru mengambil sampel cairan tubuh milik Lina.

"Sampel yang diambil cairan tubuh saja, tidak mengambil organ tubuh," kata Saptono. "Hasilnya dua minggu lagi baru keluar."


Dokter spesialis Forensik Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Berlian Isnia Fitrasanti, membenarkan kalau toksikologi harus dilakukan. Bukan cuma racun, toksikologi dilakukan untuk memeriksa kemungkinan seseorang meninggal karena overdosis obat.

"Toksikologi itu ilmu tentang racun, semua tentang racun ya ilmunya toksikologi. Cara pemeriksaan, cara deteksi, cara racun bekerja dalam tubuh, ya itu masuk dalam toksikologi," kata Isnia pada Kompas.com. "Tidak semua tubuh manusia punya racun tapi apapun didunia ini bisa jadi racun. Tapi tidak semua tubuh manusia ada racun."

"Jadi kalau kita otopsi diperiksa seluruh kan, untuk mencari penyebab kematian, salah satunya pemeriksaan toksikologi, untuk mengetahui apakah dia overdosis kah, atau minum obatkah, atau mengkonsumsi racun," jelasnya. "Jadi toksikologi tidak hanya memeriksa racun tapi juga obat-obatan. Misalnya dia overdosis obat termasuk alkohol juga sama pemeriksaan toksikologi. Jadi kesimpulannya ini bukan hanya dari laporan visum, tidak hanya otopsi saja tapi juga memasukkan laporan toksikologi dan laporan mikroskopik juga. Jadi semua diperiksa."

Isnia juga menjelaskan metode toksikologi itu bisa dilakukan secara sederhana. Untuk pemeriksaan sederhana bisa dilakukan dengan mengambil darah, atau organ tubuh lain, misal hati, otot, urine, hingga rambut. Sedangkan pemeriksaan canggih memerlukan alat yang disebut kromatografi (has atau cair) dan mass specteometry. "Itu untuk melihat cairan atau sesuatu sampel yang diperiksa apakah ada atau tidak, zat yang seharusnya tidak ada dalam tubuh," jelasnya.

Selain melakukan tes, polisi juga menginterogasi Teddy soal obat-obatan yang diminum Lina hingga pola makan sang istri sebelum meninggal. "Jadi sudah tiga kali dipanggil. Pertanyaan yang saya jawab lebih dari 25 pertanyaan, seputar Bunda Lina. Pertanyaannya seputar perihal dari obat yang dikonsumsi, belum kesehariannya gimana terus dari pola makannya gimana," kata Teddy yang kembali diperiksa pada Jumat, 10 Januari.

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait