Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, menyampaikan kekesalannya terkait pemberitaan media tentang Harun Masiku. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
- Elvariza Opita
- Selasa, 14 Januari 2020 - 16:38 WIB
WowKeren - Beberapa waktu belakangan kasus dugaan suap yang melibatkan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan mantan Caleg PDI Perjuangan Harun Masiku terus ramai dibicarakan. Apalagi hingga kini Harun, sebagai salah satu tersangka utama, justru belum berhasil diciduk KPK.
Namun di tengah ramainya pemberitaan, terutama terkait dengan keterlibatan elite PDIP, mendadak Partai Demokrat ikut ambil bagian. Adalah Ketua DPP Demokrat, Jansen Sitindaon, yang mengungkapkan luapan emosinya terkait kasus ini. Apa pasal?
Rupanya Jansen menyayangkan media Indonesia yang selalu menggunakan foto Harun ketika menggunakan atribut Demokrat. Penjelasan Jansen ini sekaligus membenarkan bahwa Harun dahulu pernah menjadi kader Demokrat sebelum akhirnya berpindah ke partai banteng.
Jansen meminta media untuk bertindak lebih adil dengan mencantumkan potret Harun beratribut PDIP. Ia lantas menyarankan media mencari, entah dari KTA Harun di PDIP, atau dari baliho Harun semasa kampanye kemarin.
"Sampai skrg: ketik 'Buron Harun Masiku' di Google, 3 teratas masih pakai baju Demokrat. Ketik 'Harun Masiku' juga sama, tdk satupun pakai baju PDIP," tulis Jansen pada Selasa (14/1) siang.
"Kalau media tidak bisa dapat foto KTA Harun ini di PDIP, saran saya kalian pasang aja balihonya waktu nyaleg dr PDIP," imbuhnya. "Biar fair."
Barangkali Jansen mengkhawatirkan elektabilitas partainya yang bisa ikut tercemar akibat pemberitaan ini. Namun sejatinya Harun bukan satu-satunya mantan politikus Demokrat yang jejak digitalnya masih mencantumkan partai itu. Sebagai contoh Ruhut Sitompul, yang kini sudah menjadi bagian dari PDIP, juga masih terkait dengan Demokrat bila namanya dicari di mesin pencari Google.
Di sisi lain, kasus dugaan suap ini masih belum menemui titik terang. Selain karena Harun yang terungkap kabur dua hari sebelum OTT digelar, PDIP pun terus mengelak keterlibatan mereka dalam kasus ini.
Terkait dengan kaburnya Harun ke luar negeri sebelum OTT berlangsung juga memunculkan dugaan ada kebocoran informasi. Namun KPK sudah memberikan klarifikasinya terkait masalah tersebut.
(wk/elva)