Erick Thohir Dan Mahfud MD Kompak Bahas Asabri, Korupsi Rp10 Triliun Terkuak?
Instagram/erickthohir
Nasional

PT Asabri (Persero) diduga terserat dalam kasus korupsi hingga puluhan triliun, Menteri BUMN Erick Thohir langsung menggelar pertemuan dengan Menko Polhukam Mahfud MD.

WowKeren - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyelidikan atas mencuatnya kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Pasalnya, Asabri diduga terlibat dugaan korupsi hingga puluhan triliun rupiah.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD langsung menggelar pertemuan dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di kantornya, Jakarta Pusat pada Kamis (16/1). Pertemuan ini digelar demi membahas lebih lanjut mengenai dugaan korupsi senilai Rp10 triliun.

Pasca pertemuan dengan Erick Thohir, Mahfud menyatakan akan langsung menyerahkan permasalah Asabri ke Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia mengatakan melalui Polri, maka kasus ini dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum.

"Dan secara baik hukum akan berjalan, kalau itu ada, kalau urusan benar atau salah prosedur biar hukum yang berjalan dan saya akan bicara dengan Polri," ujar Mahfud di kantornya, Jakarta Pusat pada Kamis (16/1). "Karena ini Polri yang menangani."


Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyoroti penurunan nilai aset milik Asabri. Ia berjanji bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Erick Thohir akan segera menyelesaikan masalah ini. "Artinya dari dana yang melorot jauh itu sisanya menjamin mereka dan ini akan diselesaikan secara baik, tentu Menteri BUMN dan Menteri Keuangan," tegas Mahfud.

Sementara itu, Erick Thohir meminta semua pihak untuk tetap tenang terkait dugaan korupsi Asabri. Menurutnya, hingga saat ini kondisi Asabri masih stabil sehingga ia meminta para prajurit TNI maupun Polri untuk tidak perlu khawatir. Erick menjanjikan jika negara akan selalu menanggung segala jaminan pihak TNI dan Polri seperti uang pensiun, jaminan kematian hingga jaminan kesehatan terlepas dari masalah apapun.

"Jadi begini kesimpulannya para prajurit TNI Polri tidak usah gundah," jelas Erick. "Negara menjamin atau negara berkesimpulan untuk jaminan hari tua, jaminan kematian, jaminan pensiun masih stabil."

Meski telah menggelar pertemuan guna membahas dugaan korupsi PT Asabri, namun rupanya masih belum jelas mengenai kebenaran kasus ini. Baik Mahfud maupun Erick masih enggan mengonfirmasi terkait adanya kasus korupsi hingga Rp10 triliun.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait