Minta Amien Rais Tak Ikut Campur di Kongres, Pendiri PAN Abdillah Toha: Bikin Ruwet
Nasional

Menurut Abdillah, Amien sebaiknya tidak terlalu ikut campur dalam urusan demokrasi di internal PAN. Abdillah mengklaim banyak pihak yang merasa keberatan dengan sikap Amien.

WowKeren - Partai Amanat Nasional (PAN) diketahui akan mengadakan kongres untuk memilih Ketua Umum periode 2020-2025. Namun, salah satu pendiri PAN, Abdillah Toha, meminta agar Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais tidak ikut memberi tekanan pada pelaksanaan kongres ini.

"Jangan ada tekanan-tekanan dari Pak Amien lah," tutur Abdillah kala menjadi salah satu panelis Konvensi PSI untuk Pilkada 2020 di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/1). "Pak Amien harus membiarkan, partai jangan tergantung ke Pak Amien."


Menurut Abdillah, Amien sebaiknya tidak terlalu ikut campur dalam urusan demokrasi di internal PAN. Abdillah mengklaim banyak pihak yang merasa keberatan dengan sikap Amien.

"Sudahlah, yang lalu-lalu kan selalu ikut campur, itu kan urusan sistem demokrasi di partai. Tafsirkan sendiri ikut campurnya bagaimana, banyak yang keberatan," terang Abdillah. "Bikin ruwet. Sudahlah Pak Amien jangan ikut campur lagi."

Lebih lanjut, Abdillah menyebut bahwa kini sudah waktunya kendali PAN diberikan kepada generasi muda. "Sudah waktunyalah melepaskan (PAN) ini ke yang muda-muda," pungkas Abdillah.

Sementara itu, Kongres PAN sendiri rencananya akan digelar pada 12 Februari 2020 mendatang di Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini, sejumlah calon Ketum PAN yang akan maju adalah Zulkifli Hasan (Zulhas), Mulfachri Harahap, dan Asman Abnur.

Sebelumnya, Zulhas juga sempat menyatakan bahwa dirinya tidak mungkin berhadapan dengan Amien Rais dalam pemilihan Ketum PAN di Kongres. Zulhas menyebut tak mungkin melawan Amien yang notabene adalah salah satu pendiri PAN. Ia juga memastikan bahwa Amien tidak menjadi salah satu calon Ketum.

"Bagaimana mungkin saya dihadap-hadapkan dengan Pak Amien, dibandingkan dengan Pak Amien, enggak mungkin," jelas Zulhas dalam keterangannya pada Senin (13/1). "Kompetitor saya adalah Mulfahri dan Asman, bukan Pak Amien."

Meski demikian, Zulhas juga menjelaskan bahwa Amien dan PAN adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Ia pun menyebut Amien sebagai tokoh reformasi yang berjasa bagi partai.

"Beliau (Amien Rais) tokoh reformasi, pendiri PAN," pungkas Zulhas. "Enggak mungkin itu dipisah."

You can share this post!

Related Posts