Sultan Hamengkubuwono X Buka Suara Soal Hebohnya Keraton Agung Sejagat
Nasional

Sultan Hamengkubuwono X akhirnya menanggapi terkait munculnya Keraton Agung Sejagat yang belakangan terakhir ini telah menggemparkan masyarakat Indonesia.

WowKeren - Masyarakat Indonesia belakangan ini terus digemparkan dengan kemunculan kerajaan-kerajaan fiktif di sejumlah wilayah. Hebohnya kerajaan-kerajaan fiktif ini pertama diawali dengan munculnya Keraton Agung Sejagat di Puworejo.

Pemimpin Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yakni Sri Sultan Hamengkubuwono X akhirnya angkat berbicara mengenai kemunculan kerajaan fiktif ini. Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan fenomena orang-orang yang mengaku merupakan keturunan raja-raja maupun berencana mendirikan kerajaan baru.

"Masyarakat hati-hatilah," kata Sultan Hamengkubuwono X kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (20/1). "Karena kalau sudah 'diiming-imingi', biasanya susah (menolak)."

Seperti yang diketahui, kini Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat yakni Toto Santoso dan Fanni Imanadia telah ditangkap kepolisian. Keduanya telah dijadikan tersangka dan sedang diusut oleh Polda Jawa Tengah terkait dugaan kasus kabar bohong.


Pernyataan Sultan tersebut sebagai bentuk keprihatinannya terhadap masyarakat Yogyakarta. Pasalnya, dikabarkan tidak sedikit warga Yogyakarta yang turut menjadi korban sebagai pengikut Keraton Agung Sejagat. Hal ini dikarenakan Toto dan Fanni sempat mengontrak di wilayah Sleman, Yogyakarta.

Menurut Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, kultur masyarakat khususnya di wilayah Yogyakarta cenderung terbuka dan mudah percaya. Sontak, hal tersebut membuat banyak warga sering merasa sungkan untuk menolak tawaran meski berasal dari orang yang baru dikenal.

Sebelumnya, Toto merekrut pengikut dengan mengaku-aku sebagai Raja keraton Agung Sejagat sekaligus pendiri Jogja Development Committe (Jogja Dec). Ia kemudian berusaha menggunakan berbagai cara yang membujuk salah satunya adalah dengan iming-iming gaji dalam jumlah besar tanpa perlu bekerja keras.

Salah seorang warga Sleman baru-baru ini mengaku dirinya hampir menjadi korban penipuan Toto dengan ditawari menjadi anggota dan diberi gaji penuh. Peristiwa tersebut terjadi saat dirinya berada di kawasan Borobudur, Jawa Tengah pada 2017 silam.

"Dulu itu, bujuknya kalau sudah jadi anggota, tiap bulannya dapat gaji," ujar Nanang seperti dilansir dari CNNIndonesia. "Walaupun tak kerja tetap akan digaji. Tapi syaratnya, harus mengumpulkan dana."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait