Kemenag Bandung Bakal Atur Teks Khotbah Salat Jumat, Ternyata Ini Alasannya
Nasional

Kemenag Kota Bandung telah mewacanakan untuk mengatur teks khotbah untuk salat Jumat. Rencana ini sendiri diungkapkan oleh Menteri Agama seusai melakukan studi banding ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE).

WowKeren - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung baru-baru ini berencana untuk mengatur teks khotbah salat Jumat. Hal ini dilakukan guna menangkal paham radikalisme untuk menyebar di Kota Bandung.

Wacana tersebut diungkapkan oleh Kepala Kemenag Kota Bandung Yusuf Umar. Ide memberikan teks khotbah salah Jumat yang berasal dari pemerintah tersebut berdasarkan instruksi Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi usai melakukan studi banding ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE).

"Karena pada prinsipnya kita ingin negara dan bangsa ini akan nyaman dan jauh dari radikalisme di Kota Bandung itu," ucap Yusuf dilansir detikcom, Rabu (22/1). Lebih lanjut, Yusuf mengatakan bakal bertemu dengan Wali Kota Bandung untuk meminta restu terkait aturan tersebut.


"Saya belum melangkah lebih jauh. Kami akan ketemu dengan Pak Wali," terang Yusuf. "Kalau Pak Wali sudah, saya akan kordinasi dengan MUI dan tokoh ormas. Kalau disetujui, ya kami tindak lanjuti untuk menyusun naskah."

Sementara itu, untuk pelaksanaannya nanti Kemenag akan menyusun naskah khotbah salat Jumat. Naskah yang sudah disusun nanti akan diserahkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk diedit. Naskah tersebut nantinya akan berisi seputar nasionalisme, kecintaan terhadap NKRI, dan tidak berkaitan dengan radikalisme.

"Jadi nanti teknisnya dari Kementerian Agama menyiapkan (teks khotbah), yang nyusun orang-orang Kemenag, tapi dieditnya nanti sama MUI," jelasnya. "(Teksnya) ya seputar kebangsaan saja, keumatan, dan bisa memberikan kesejukan umat itu. Tentang persatuan dan kesatuan, ya untuk kemaslahatan saja."

Yusuf juga menegaskan jika teks khotbah ini hanya diberlakukan untuk salat Jumat saja. Iya, khusus Jumat saja. Kalau ceramah mah bebas. Itu artinya koridornya itulah mengusung perdamaian, tidak memprovokasi," pungkasnya. "Kalau khotbah normal ada kegiatan keagamaan, menurut saya tidak salah."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts