Tak Terima Disebut Sarang Kriminal, Poyuono Ingatkan Yasonna Ma'ruf Amin Juga Dari Tanjung Priok
Nasional

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta agar Menkumham Yasonna Laoly segera menarik pernyataannya yang dinilai menyinggung warga Tanjung Priok.

WowKeren - Pernyataan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly terkait Tanjung Priok berbuntut pada aksi turun ke jalan warga kawasan tersebut di depan Kantor Kemenkumham. Mereka merasa tersinggung dengan pernyataan Menkumham.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra pun ikut menyayangkan pernyataan Yasonna terkait kriminalitas dan kemiskinan. Ia tidak sepakat jika wilayah Tanjung Priok disebut sebagai sarang kriminal. Ia pun mengingatkan Yasonna bahwa Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga berasal dari sana.


"Maaf ya Pak Yasonna Laoly. Bapak bilang daerah Tanjung Priok itu sarang kriminal," kata Poyuono dalam keterangannya, Rabu (22/1). "Anda kok enggak cek ya pak kalau daerah yang saya tinggali hampir 30 tahun sudah memiliki dan melahirkan seorang wakil presiden RI yaitu KH Ma'ruf Amin."

Untuk itu, ia meminta agar Yasonna lebih berhati-hati dengan apa yang diucapkannya. "Jadi jangan sembarangan dengan anak Tanjung Priok, hati hati loh, Pak," tegas Poyuono.

Lebih lanjut, Poyuono juga menegaskan bahwa selama ini Tanjung Priok tak pernah melahirkan koruptor. Ia pun menyindir Menkumham yang pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus e-KTP.

"Kedua, Tanjung Priok yang katanya bapak tempat kriminal tidak pernah sama sekali melahirkan seorang koruptor besar," tegas Poyuono. "Seperti korupsi pada proyek E-KTP ya pak. Yang pernah juga bapak dipanggil KPK untuk urusan mega korupsi proyek e-KTP ya."

Sebaliknya, Tanjung Priok adalah daerah yang tenteram dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Poyuono menekankan bahwa toleransi tersebut dapat dilihat dari adanya rumah ibadah masjid dan gereja yang saling berdampingan.

"Daerah kami sangat hidup tenteram, damai, saling toleran antaragama dan suku pak," ujar Poyuono. "Catat ini, Pak, gereja dan masjid berdampingan itu letak bangunannya pertama kali ya di Tanjung Priok."

Ia pun meminta Yasonna mencabut pernyataannya itu. "Jadi tolong cabut pernyataan bapak sebelum kami anak anak Tanjung Priok melaporkan pada presiden Joko Widodo untuk anda dicopot," lanjut Poyuono.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts