Lisa BLACKPINK Buka-Bukaan Soal Stres dan Kritik Negatif
Selebriti

Lisa membahas banyak hal dalam wawancaranya bersama ELLE Korea edisi Februari. Beberapa topik adalah tentang fashion, tekanan popularitas, stres dan kritik negatif.

WowKeren - Lisa BLACKPINK (Black Pink) membahas banyak hal dalam wawancaranya bersama ELLE Korea edisi Februari. Beberapa topik yang dibicarakannya adalah tentang fashion, tekanan popularitas, stres dan kritik negatif.

Lisa dikenal sebagai idol dengan selera busana modis dan beberapa membuat tren. "Selalu ada (mode) baru yang keluar. Terkadang sulit untuk mengikuti, dan kadang-kadang aku bertanya-tanya apakah aku bisa melakukannya. Tapi kupikir itu sebabnya lebih menyenangkan," ungkapnya.


Lisa memiliki popularitas yang besar di Thailand, negara asalnya. Tentunya harus ada reputasi besar untuk mengimbangi. Namun Lisa mengatakan yang ia lebih fokus dengan berapa banyak orang yang menyukai BLACKPINK.

"Daripada 'menyadari popularitas kami', kupikir itu lebih seperti aku 'bahagia' mengenal banyak orang menyukai kami," kata idol kelahiran 1997 itu.

Lisa mengakui bahwa dirinya kadang merasa sedih atau stres tentang kehidupan. Ia mengatakan bahwa kucingnya adalah sumber kebahagiaan.

"Kucing benar-benar sumber kebahagiaanku. Ketika kucingku mengeong dan bertingkah imut, stresku hilang sama sekali," tutur Lisa.

Terakhir, pewawancara bertanya kepada Lisa apa yang ia lakukan ketika orang lain memandang rendah dirinya atau berpikir negatif tentang dirinya. Lagipula, tidak mudah untuk mengabaikan apa yang dipikirkan orang lain terlepas dari seberapa besar popularitasnya.

Namun Lisa mengatakan tidak apa-apa jika tidak semua orang menyukainya. Kadang-kadang kritik justru dapat membantunya berkembang sebagai pribadi.

"Kupikir semua orang tidak perlu mencintaiku. Aku lebih peduli pada cerita-cerita bagus, tapi aku juga tidak sepenuhnya mengabaikan yang negatif, karena aku bisa menganggap komentar itu sebagai saran tentang hal-hal yang tidak pernah kusadari sebelumnya," ujar Lisa.

"Sama seperti ketika aku mengira aku makan dengan tenang. Ternyata aku makan dengan sangat berisik, dan orang di sebelahku memberi tahuku bahwa makanku berisik," lanjutnya.

You can share this post!

Related Posts