Menkominfo Minta Netflix Pasang Tarif yang Lebih Kompetitif
Nasional

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate juga menyatakan dukungannya kepada Netflix dalam menghadirkan berbagai jenis film di Indonesia.

WowKeren - Penyedia layanan streaming film Netflix diketahui telah hadir di Indonesia sejak 2016 lalu. Para pengguna Netflix dapat menikmati koleksi film dan serial televisi yang terhimpun dalam perpustakaan Netflix dengan biaya bulanan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate lantas meminta agar Netflix menghadirkan biaya yang lebih kompetitif. "Tentu berharap agar biayanya menjadi lebih kompetitif," tutur Johnny dalam Kominfo Connect 2020 di Jakarta pada Kamis (30/1).

Pasar Netflix sendiri dinilai Johnny masih sangat besar, sehingga harga yang lebih kompetitif akan membantu untuk menjangkau daya beli yang lebih luas. Meski demikian, Johnny menyerahkan keputusan terkait tarif kepada pihak perusahaan.

"Tentu untuk menjangkau daya beli di Indonesia, pasar besar itu, keekonomian itu atau harga itu adalah keputusan perusahaan dengan seluruh pertimbangan," jelas Johnny. "Tentu kita serahkan kepada perusahaan. Kalau ditanya kualitas yang baik, pasarnya yang besar, harganya kompetitif kan bagus."


Selain itu, Johnny juga menyatakan dukungannya kepada Netflix dalam menghadirkan berbagai jenis film di Indonesia. "Saya mendukung Netflix untuk menghadirkan beragam jenis film di Indonesia agar pemirsanya mempunyai banyak pilihan," pungkas Johnny.

Johnny juga memberikan catatan khusus kepada Original Netflix dan License Netflix. Politisi Partai NasDem tersebut menjelaskan bahwa Original Netflix adalah film-film, baik asing maupun dalam negeri, yang hak ciptanya berada di bawah Netflix.

Diketahui, Netflix kini menyediakan 4 paket berlangganan. Paket tersebut terdiri dari paket ponsel seharga Rp 49 ribu per bulan, paket dasar seharga Rp 109 ribu per bulan, paket standar seharga Rp 139 ribu per bulan, dan paket premium seharga Rp 169 ribu per bulan.

Sedangkan untuk perbandingan, layanan streaming video Hooq mematok harga antara Rp 30 ribu hingga Rp 75 ribu per bulan. Lalu ada pula layanan streaming video Viu yang mematok harga langganan Rp 30 ribu per bulan.

Sebelumnya, Netflix juga sempat menjadi perbincangan karena dikabarkan terancam diharamkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun kabar tersebut telah dibantah oleh Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanudin AF.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait