Yenny Wahid menyebut bahwa orang-orang kelas menengah selain bisa memenuhi kebutuhan mereka finansial, di lain sisi juga berisiko terdampak otomatisasi akibat digitalisasi.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 31 Januari 2020 - 14:25 WIB
WowKeren - Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mengatakan bahwa kelompok masyarakat menengah adalah mereka yang senantiasa diliputi keresahan. Kelompok menengah memang secara finansial mampu memenuhi kebutuhan mereka.
Namun di lain sisi, mereka ini juga terhimpit risiko lain yang muncul akibat perkembangan zaman ke arah digital. Ia kemudian menyinggung otomatisasi sebagai buah dari digitalisasi. Tidak menutup kemungkinan, nantinya para pekerja yang merupakan kelas menengah itu akan terkena imbas dari ketidakpastian itu.
"Kelas menengah ini orang-orang yang resah karena mereka terjepit." kata Yenny di Jakarta, Kamis (30/1). "Satu dari enam pekerjaan kelas menengah akan hilang dengan adanya otomatisasi. Itu membuat kita resah karena ketidakpastian."
Sejumlah sektor industri memang disebut-sebut akan menerapkan digitalisasi dalam kegiatan operasional mereka. Hal ini akan berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja manusia. Berdasarkan laporan McKinsey tahun lalu, beberapa industri yang rentan digantikan oleh mesin adalah jasa akomodasi dan makanan, pertanian, manufaktur, hingga transportasi. Padahal menurut Yenny, para kelas menengah ini berkeinginan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dibanding orang tua mereka.
"Mereka memiliki keinginan untuk punya kualitas hidup yang lebih baik dari orang tuanya. Tapi kenyataannya dengan uang yang sama yang dia punya ternyata nggak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan uang yang orang tuanya miliki dulu," jelas Yenny. "Apalagi di sosial media mereka melihat di negara-negara lain kualitas hidup bisa lebih baik, kenapa di negara kita enggak?"
Dalam kondisi ekonomi Indonesia sekarang ini, peran kelas menengah sangatlah penting. Pasalnya selain berkontribusi untuk mendorong perekonomian dengan konsumsi mereka, para kelas menengah juga berpotensi memunculkan gerakan-gerakan sosial. Salah satunya terkait pembelaan hak-hak.
"Banyak kegiatan sosial, pembelaan terhadap hak-hak perempuan dilakukan oleh kelas menengah," tutur Yenny. "Justru tugas-tugas pemerintah yang nggak dilakukan oleh pemerintah banyak diisi oleh kelas menengah."
Sebelumnya, Bank Dunia menyebut Indonesia berhasil menekan angka kemiskinan. Meski demikian ada sekitar 115 juta penduduk yang berpotensi kembali miskin.
(wk/zodi)