Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan tindak pencegahan tawuran pelajar dengan menghilangkan titik-titik kumpul yang biasa menjadi awal mula aksi tawuran. Selain itu ia juga menetapkan dua opsi kepada para pelaku tawuran.
- Nidya Putri
- Jumat, 31 Januari 2020 - 15:27 WIB
WowKeren - Wali Kota Bogor Bima Arya memimpin apel pencegahan tawuran di Kota Bogor, Kamis (30/1). Pada kesempatan ini, ia mengumpulkan seluruh aparatur wilayah mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan bersama jajaran TNI/Polri untuk membubarkan titik-titik kerumunan dari kelompok pelajar yang terindikasi akan tawuran.
Titik kerumunan yang dimaksudkan seperti tempat nongkrong, titik-titik vandalisme, warung miras yang sering menjual kepada pelajar dan menjadi salah satu pemicu terjadinya tawuran. Para petugas gabungan akan mengecek dan menghilangkan titik tersebut.
Titik pertama adalah kawasan Suryakencana dimana para warga kerap mengeluhkan adanya kelompok pelajar yang nongkrong hingga vandalisme. Petugas gabungan pun membersihkan coretan tersebut agar tidak ada lagi simbol-simbol gank pelajar.
Kegiatan serupa juga dilakukan di Jalan Pajajaran, Terminal Baranangsiang dan kawasan Tanah Baru. Untuk di Baranangsiang, petugas mendapatkan informasi dari warga bahwa sebelum tawuran para pelajar kerap membeli minuman keras jenis ciu di sebuah warung di dekat terminal. Benar saja, puluhan botol miras diamankan dari sebuah warung dan penjual dimintai keterangan oleh petugas.
"Kami ingin bersihkan tempat yang terindikasi menjadi tempat nongkrong gank tawuran," ungkap Bima. "Jadi, atribut, lambang, simbol-simbol, kita bersihkan bersama-sama Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Dandenpom. Tadi juga beberapa lokasi menjadi tempat nongkrong anak-anak sebelum tawuran, meminum miras, itu kita amankan juga."
Sementara itu, di kawasan Tanah Baru terlihat petugas gabungan yang menangkap empat pelajar lari saat petugas datang. Bahkan, dari salah satunya, didapati obat-obatan terlarang. Petugas juga memeriksa obrolan di media sosial mereka untuk membongkar motif tawuran.
"Ada juga beberapa anak yang nongkrong dan tertangkap basah sedang menggunakan obat-obatan jadi kita amankan dan nanti oleh pak Kapolres dan jajaran dalami dan diproses," tandasnya. "Kegiatan ini akan rutin dilakukan secara berkala. Ini harus terus, tidak bisa sekali atau dua kali. Harus rutin. Sampaikan ke anak-anak, pilihannya hanya dua, dibina atau dipenjara. Itu saja. Mumpung masih ada waktu, kembali ke jalan yang benar. Kalau tidak mau, ya kami bina atau kami penjarakan."
Di lain sisi, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser menyatakan dukungannya kepada Pemkot Bogor dalam memberantas tawuran pelajar. "Pelaku-pelaku sebelumnya yang diamankan akan diproses secara tegas oleh kami," ujarnya.
"Untuk yang hari ini tertangkap dengan barang bukti obat-obatan terlarang kita dalami, karena nanti dari keterangan ini kan kita tahu dari mana sumbernya. Nanti satuan narkoba yang akan tindak lanjuti," lanjutnya. "Makanya kami bawa ke Polres untuk dimintai keterangan, kita cek urine, dapat obat dari mana nanti kita telusuri. Nanti kita putus rantainya."
(wk/nidy)