Sebelumnya, insiden listrik padam secara massal sudah pernah terjadi di Jakarta dan Jawa Barat pada 2019 lalu. Terkait hal itu, PLN menyampaikan permohonan maaf mereka.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 03 Februari 2020 - 15:52 WIB
WowKeren - Insiden listrik padam massal kembali terjadi. Kali ini bertempat di Aceh dan Sumatera Utara. Seluruh wilayah Aceh dan sebagian Provinsi Sumatera Utara harus mengalami mati listrik yang hingga sampai 4 jam masih belum menyala.
Manager Komunikasi PLN UIW Aceh, T. Bahrul Halid mengatakan bahwa kejadian itu disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem transisi antara Binjai dan Pangkalan Brandan, Sumatera Utara. Akibatnya, pasokan listrik menjadi terdampak.
"(Penyebabnya karena) terjadi gangguan pada sistem transmisi 150 kV antara Binjai dan Pangkalan Brandan, Sumatera Utara pukul 09.38 WIB," kata Bahrul, Senin (3/2). "Hal itu mengakibatkan terganggunya sebagian supply pasokan listrik untuk wilayah Aceh dan sebagian Sumatera Utara."
PLN pun segera menerjunkan tim untuk mengecek ke lapangan. Petugas segera melakukan perbaikan dan proses pengaturan beban listrik kembali. Namun hingga pukul 14.00 WIB masih belum bisa menyala secara keseluruhan.
Terkait hal ini, PLN menyampaikan permintaan maafnya. "Kami sampaikan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini kepada pelanggan setia kami yang terdampak penyalaan bergilir," ujar Bahrul.
Insiden listrik padam secara massal bukan pertama kali ininya terjadi. Sebelumnya pada 2019 lalu listrik di Jakarta dan Jawa Barat juga sempat mengalami padam massal. Bahkan akibat peristiwa ini, tagar #MatiLampu sempat menjadi trending sedunia.
Adapun insiden mati listrik itu disebut yang paling parah sejak tahun 2005. PLN merilis permintaan maaf atas pemadaman yang menyebabkan gangguan pada sejumlah layanan publik.
"Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa Gardu Induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan," ungkap juru bicara PLN I Made Suprateka, dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari BBC Indonesia.
(wk/zodi)