Holding Farmasi Dibentuk, Erick Thohir Dorong Riset Ciptakan Vaksin Corona
Instagram/erickthohir
Nasional

Perusahaan Induk Farmasi tersebut terdiri atas Bio Farma sebagai induk holding, bersama PT Kimia Farma Tbk, dan PT Indonesia Farma (Indofarma) Tbk dan dibentuk pada Jumat (31/1) lalu.

WowKeren - Pemerintah telah secara resmi membentuk perusahaan induk (holding) farmasi pada Jumat (31/1) lalu. Perusahaan Induk Farmasi tersebut terdiri atas Bio Farma sebagai induk holding, bersama PT Kimia Farma Tbk, dan PT Indonesia Farma (Indofarma) Tbk.

Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN) Erick Thohir meminta agar perusahaan farmasi pemerintah tersebut segera melakukan riset. Riset itu ditujukan untuk menciptakan vaksin baru guna menangkal virus corona yang telah menjadi momok di sejumlah negara.

Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Arya berharap jika ada tanaman obat di Indonesia yang bisa dipakai untuk membuat vaksin itu, maka tidak ada salahnya untuk dimanfaatkan.

"Pak Erick mendorong Bio Farma dan kawan-kawan untuk mencarikan atau melakukan riset secepatnya untuk (ciptakan) vaksin," kata Arya di Jakarta, Selasa (4/2). "Mana tahu kita punya tumbuh-tumbuhan yang bisa dipakai untuk melawan ini (Virus Corona)."


Tak hanya itu, Kementerian BUMN juga meminta agar seluruh rumah sakit berplat merah meningkatkan kualitas pelayanan mereka. begitu juga dengan pengawasan agar penyebaran virus asal Tiongkok itu bisa dicegah. "Rumah sakit yang dipunyai BUMN harus antisipasi kalau ada pasien yang ter-suspect corona," sambungnya.

Tak hanya rumah sakit, antisipasi penyebaran virus corona juga dilakukan di pintu-pintu bandara. PT Angkasa Pura I dan II diminta memperketat pemeriksaan terhadap para pendatang dari negara yang terjangkit virus corona. Tak hanya bandara, namun juga darat dan laut.

"Jadi kita antisipasi di pintu masuk orang di AP dan Pelindo," tutur Arya. "Laut dan udara siapkan perangkat yang bisa mendeteksi apakah orang itu mengidap corona atau tidak."

Sebelumnya, Indonesia telah memulangkan WNI yang sempat terjebak di Tiongkok. Saat ini, ratusan WNI tersebut tengah menjalankan proses observasi di Natuna. Pemerintah bahkan sempat diminta untuk membantu Timor Leste mengkarantina warganya namun hal itu mendapat penolakan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait