Sesumbar Jadi Putra Soekarno, Raja 'King of The King' Ternyata Berstatus Ini
Nasional
Fenomena Kerajaan Fiktif

Kerajaan fiktif 'King of The King' tampaknya akan segera mengakhiri kejayaannya. Pasalnya sang raja, Dony Pedro, disebut-sebut telah berhasil diciduk oleh pihak berwajib dengan tuduhan penipuan.

WowKeren - Fenomena kerajaan fiktif sudah hampir surut usai polisi menindak tegas para pelakunya. Apalagi kebanyakan diantara mereka membangun kerajaan abal-abal itu demi memuluskan modus penipuan kepada para pengikutnya.

Salah satunya adalah kerajaan "King of The King" yang kekinian sudah "dirobohkan paksa" oleh kepolisian. Kerajaan abal-abal yang berlokasi di Tangerang, Banten itu disebut-sebut menguasai harta sampai Rp 60 ribu triliun dan berjanji bakal melunasi seluruh utang Indonesia.


Rajanya adalah Dony Pedro, yang sampai sekarang belum jelas keberadaannya dimana. Padahal "bawahannya", mulai dari Juanda yang didapuknya sebagai Ketua Indonesia Mercusuar Dunia (IMD), lembaga keuangan King of The King, sampai beberapa pejabat kerajaan lain telah diciduk kepolisian.

Namun baru-baru ini informasi soal keberadaan Dony akhirnya terungkap. Pria yang sempat bersikeras mengaku sebagai "putra sesungguhnya" dari Presiden ke-1 RI Ir Soekarno itu ternyata telah diciduk oleh militer.

Usut punya usut, ternyata Dony merupakan anggota TNI AD aktif. Informasi yang sempat dibocorkan oleh Juanda ini belakangan mendapatkan konfirmasi dari TNI AD.

"Benar bahwa Saudara Dony Pedro anggota TNI aktif," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispen AD), Brigjen TNI Candra Wijaya, Rabu (5/2). Menurutnya Dony merupakan anggota TNI AD dengan pangkat Letnan Satu yang berdinas di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) di Bandung.

Terkait sosok Dony yang hilang tanpa jejak pasca sejumlah bawahannya diciduk kepolisian, TNI AD pun punya jawabannya. Rupanya sejak 31 Januari 2020 kemarin, Dony telah menjalani proses hukum karena tersandung kasus penipuan.

"Yang bersangkutan sudah mulai menjalani proses hukum sejak tanggal 31 Januari 2020 di Pomdam III/Siliwangi," jelas Candra, dilansir dari Kompas. "Karena diduga sudah melakukan tindak pidana penipuan."

Sebelumnya Dony, yang sempat melayani wawancara dengan media pada 27 Januari 2020 lalu, bersikeras mengaku sebagai putra Soekarno. "Saya ini anaknya lah, bagaimana kamu ini?" ujarnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts