Curhatan Seorang Dosen Yogyakarta yang Pilih Tinggal di Tiongkok Saat Ramai Wabah Corona
Nasional

Adalah Adhita Sri Prabakusuma, seorang dosen salah satu universitas di Yogyakarta, yang memutuskan untuk tetap tinggal di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok di tengah merebaknya virus Corona.

WowKeren - Wabah Virus Corona hingga kini masih menjadi sorotan usai berhasil menginfeksi ke 27 negara. Tak hanya itu, virus yang berasal dari kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok ini telah memakan korban jiwa sebanyak 492 orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri bahkan telah menetapkan status gawat darurat terkait penyebaran virus bernama 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) ini. Hal ini lantas membuat sejumlah negara di dunia berlomba-lomba untuk menyelamatkan para warganya yang masih terjebak di negara Tirai Bambu itu.

Para warga negara asing pun merasa ketakutan sehingga meminta agar pemerintah negaranya untuk datang menjemput mereka. Namun, hal berbeda justru dialami oleh pria yang juga dosen salah satu universitas di Yogyakarta ini.

Di tengah wabah Corona yang menggemparkan seluruh dunia, dan khususnya Tiongkok, Adhita Sri Prabakusuma memilih untuk tetap tinggal di Kota Kunming, Provinsi Yunnan. Padahal di tempat yang ia tinggali tersebut, terdapat 32 orang dari total 102 warga di Provinsi Yunnan yang terinfeksi.


Bersama dengan lima pengurus Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kunming, termasuk sang istri, ia mengungkapkan alasannya bertahan adalah sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral bagi WNI yang masih berada di Negeri Tirai Bambu tersebut. "Saya sebagai Ketua PPI Kunming, setiap hari bertanggung jawab memantau kondisi WNI yang ada di Kunming," jelas Adhita dilansir CNNIndonesia, Rabu (5/2).

Terlebih, secara umum, kondisi di Kunming yang berjarak sekitar 1.500 km dari Kota Wuhan, saat ini relatif lebih aman di bandingkan kota-kota lainnya. Hanya saja, pihaknya harus selalu waspada dan mengikuti prosedur keselamatan, serta kesehatan yang ditetapkan oleh kampus maupun otoritas pemerintah lokal. "Alhamdulillah, kami dalam keadaan baik, sehat, aman, dan terkontrol setiap hari," ungkapnya.

Ia pun meminta agar masyarakat Indonesia tak perlu khawatir dan terhasut oleh konten-konten negatif yang bertebaran di media sosial. "Sejauh ini, untuk pasokan logistik dan masker sangat aman," katanya.

"Dari pihak kampus selalu menyediakan masker yang baru, mengecek temperatur setiap mahasiswa, mencatat berbagai perubahan kesehatan, dan melakukan tindakan kesehatan yang diperlukan jika ada masalah," paparnya. "Makanan di kantin Halal juga tersedia di setiap kampus."

Ia kemudian berharap agar pemerintah Indonesia bisa membantu untuk mengirimkan bantuan masker n95 secara berkala kepada WNI yang masih bertahan. Mengingat kelangkaan masker jenis tersebut di Tiongkok.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait