Fenomena 'Kingdom' Fiktif Berlanjut, Muncul Kerajaan Mulawarman di Ibu Kota Baru
Unsplash/William Krause
Nasional
Fenomena Kerajaan Fiktif

Beberapa waktu belakangan publik Indonesia diresahkan dengan kemunculan sejumlah kerajaan fiktif di sejumlah wilayah di Indonesia. terbaru, muncul 'Kerajaan Mulawarman' di lokasi ibu kota baru.

WowKeren - Belakangan ini publik Indonesia digegerkan dengan kemunculan kerajaan fiktif di sejumlah wilayah. Awal mulanya, ada Keraton Agung Sejagat yang mengklaim memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Majapahit. Namun karena dianggap memiliki unsur penipuan, pendiri kerajaan ini pun akhirnya ditangkap polisi.

Tak lama setelah itu, muncul Sunda Empire yang mengklaim beranggotakan 54 negara. Sama seperti pendahulunya, petinggi kerajaan abal-abal ini juga diamankan polisi atas dugaan penyebaran berita bohong.


Rupanya tak berhenti sampai di situ, fenomena kemunculan kerajaan fiktif kian menjamur. Salah satu yang kini kasusnya tengah bergulir adalah kerajaan "King of The King" di Tangerang, Banten. Kerajaan ini cukup "unik" lantaran menjanjikan akan melunasi seluruh utang Indonesia sekaligus membagikan uang senilai Rp1-3 miliar untuk tiap individu yang ada.

Belum selesai, kekinian muncul "Kerajaan Mulawarman" di lokasi ibu kota baru, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Keberadaan kerajaan tersebut diketahui dari beredarnya foto di media sosial dan WhatsApp. Dalam beberapa foto, disebutkan bahwa Kerajaan Mulawarman dipimpin oleh orang bernama Iansyahrechza atau yang disapa dengan Raja Labok.

Mendapati fenomena ini, pihak kepolisian pun segera bergerak. Kasat Reskrim Polresta Kutai Kartanegara AKP Andika Dharma Sena mengatakan, pihaknya masih menelusuri informasi tersebut.

"Iya benar, ada muncul Kerajaan Mulawarman," kata Andika dilansir Kompas, Rabu (5/2). "Ada yang bilang Raja Mulawarman, tapi kami masih telusuri."

Saat ini, memang masih ada kerajaan yang eksis di Kutai Kartanegara yakni Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura. Untuk itu, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan kesultanan tersebut. "Sehingga kami selidiki dulu," kata Andika.

Sebelumnya, Polresta Kutai Timur mengungkap keberadaan kerajaan fiktif King of The King di Kabupaten Kutai Timur. Polisi menetapkan dua tersangka, yakni Buntoha (45) sebagai Ketua IMD Kaltim dan Zakaria (54) sebagai koordinator Kaltim yang diduga melakukan penipuan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts