Petinggi 'King of The King' Ditangkap, Akui Menyesal Bangun Kerajaan Abal-Abal
Nasional
Fenomena Kerajaan Fiktif

Polisi kembali menciduk seorang petinggi kerajaan fiktif 'King of The King'. Kali ini Juanda, yang sempat 'gagah berani' sesumbar soal harta milik sang raja lah yang diciduk oleh kepolisian.

WowKeren - Fenomena kerajaan fiktif sudah mulai surut pasca polisi menindak tegas para pelakunya. Salah satu yang kini kasusnya tengah bergulir adalah kerajaan "King of The King" di Tangerang, Banten.

Kerajaan ini cukup "unik" lantaran menjanjikan akan melunasi seluruh utang Indonesia sekaligus membagikan uang senilai Rp1-3 miliar untuk tiap individu yang ada. Pasalnya sang Raja, Dony Pedro, mengaku memiliki harta hingga Rp60 ribu triliun, yang diklaim peninggalan Presiden ke-1 RI Ir Soekarno.


Pengakuan yang jelas meresahkan itu membuat polisi bertindak cepat dengan menetapkan tiga pengurus King of The King sebagai tersangka. Dan beberapa hari kemudian, polisi kembali menetapkan seorang petinggi kerajaan abal-abal itu sebagai tersangka.

Petinggi yang dimaksud adalah Juanda, sosok yang mengaku dimanahi sebagai Ketua Umum Indonesia Mercusuar Dunia (IMD), lembaga keuangan King of The King. Penangkapan ini dibenarkan oleh Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto.

"Ditangkap di Kabupaten Karawang, rumahnya di Tegalsari Karawang," kata Sugeng di Mapolres Metro Tangerang Kota, Senin (3/2). "Yang bersangkutan mengoordinir untuk wilayah timur dan barat."

Menurut Sugeng, berdasarkan keterangan dari 3 tersangka sebelumnya, Juanda berperan sebagai koordinator dalam menyebarkan spanduk "kebohongan". Pasalnya lewat spanduk itu iming-iming King of The King dapat membayar utang negara disebarkan.

Bahkan belakangan terungkap Juanda lah yang memiliki ide untuk membuat spanduk beserta isinya. Mirisnya lagi, Juanda merupakan aparatur sipil negara yang sampai kini aktif bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. "Iya, statusnya ASN aktif," tegas Sugeng, dikutip Kompas.

Dalam kesempatan yang sama, Juanda pun berkenan memberikan keterangannya kepada awak media. Ia pun kini mengaku menyesal sudah terlibat di kerajaan fiktif itu, bahkan sampai memercayai adanya harta Soekarno senilai Rp60 ribu triliun di Bank Swiss.

"(Sudah) nggak percaya lagi," ujarnya. Padahal sebelumnya Juanda lah yang dengan lancar menceritakan perihal harta peninggalan sang bapak proklamator di Bank Swiss.

Juanda pun menuturkan, hubungannya dengan Dony Pedro bermula dari ketertarikannya atas barang antik. Tak disangka ia kemudian justru "kepincut" dan terjebak dalam kerajaan fiktif itu. "Saya menyesal," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts