Formula E Ditolak di Monas, JakPro Gelar Rapat Bahas Trek Alternatif
/Michelin Alley
Nasional
Kontroversi Formula E

Pembangunan sirkuit Formula E di kawasan Monas mendapatkan penolakan dari Kemensetneg. Tak putus asa, PT Jakarta Propertindo (JakPro) pun siap menggelar rapat untuk membahas trek alternatif.

WowKeren - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menggunakan sebagian kawasan Monas sebagai sirkuit Formula-E. Sayangnya, rencana ini mendapat penolakan dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

Penolakan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Setya Utama. "Komisi Pengarah tidak menyetujui apabila dilaksanakan di dalam area Monas," kata Setya di gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (5/2).


Karena itu, PT Jakarta Propertindo (JakPro) menggelar rapat internal untuk menyusun rencana baru Formula E. "Pagi ini kita akan membahas mengenai hal ini. Jadi, sampai sekarang belum bisa kasih komentar apa-apa," ujar Deputy Director Communications Formula E, JakPro, Hilbram Dunar, Kamis (6/2).

Dalam rapat nanti, pihak Jakpro bakal mematangkan opsi pilihan rute untuk Formula E. Hilbram juga mengatakan pembahasan konsep desain rute baru akan dilakukan dalam rapat ini.

"Ini kami masih, karena kan infonya malam. Jadi sekarang sedang mematangkan beberapa opsi," jelasnya. "Mudah-mudahan bisa ketemu dengan teman-teman, karena harus bertemu dengan teman-teman infrastruktur untuk pembuatan desain sirkuit seperti apa alternatifnya."

Sementara itu, Sekretaris JakPro, Hani Sumarno mengaku tidak mempermasalahkan soal penolakan Kemensetneg untuk menjadikan area Monas sebagai lintasan Formula E. Ia mengaku jika Jakpro sendiri telah menyiapkan opsi rute lainnya.

"Sudah ada alternatif banyak dari awal, sudah ada plan A, B, C, D, E, F, G, gitu, jadi nggak masalah, paling milih," katanya. "JakPro nggak ada masalah namanya (aturan) dari pusat kita taati gitu, nanti dicermati lagi."

Sebelumnya, Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Monas menjelaskan alasan kuat menolak pembangunan sirkuit tersebut. Hal ini demi menjaga sejumlah aset negara yang ada di kawasan Monas. "Dengan pertimbangan, di sana ada cagar budaya, ada pengaspalan, dan lain-lain," kata Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Setya Utama.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts