Gelaran Formula E Kian Dekat, Komisi Ini Justru Tolak Rencana Anies Bangun Sirkuit
Facebook/Anies Baswedan
Nasional
Kontroversi Formula E

Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Monas memiliki alasan kuat tak menyetujui proyek pembangunan tersebut demi menjaga sejumlah aset negara yang ada di kawasan Monas.

WowKeren - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menggunakan sebagian kawasan Monas sebagai sirkuit Formula-E. Rencana ini pun mendapat penolakan tegas dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

Formula E sendiri rencananya akan digelar pada Juni 2020 mendatang. Penolakan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Setya Utama. "Komisi Pengarah tidak menyetujui apabila dilaksanakan di dalam area Monas," kata Setya di gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (5/2).


Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Monas memiliki alasan kuat mengapa tak menyetujui proyek pembangunan tersebut. Hal itu dilakukan demi menjaga sejumlah aset negara yang ada di kawasan Monas. "Dengan pertimbangan, di sana ada cagar budaya, ada pengaspalan, dan lain-lain," kata Setya.

Lebih lanjut, Setya mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan izin namun dengan satu catatan, bahwa pembangunan sirkuit itu dilakukan di luar Monas. Yang mana, hal ini perlu pembahasan lebih lanjut dengan Pemprov DKI Jakarta. "Diizinkan, tapi di luar kawasan Monas," kata Setya.

Jika memang akan dibangun ulang, maka revitalisasi Monas harus sesuai dengan Keppres 25/1995 tentang Penataan Taman Medan Merdeka. "Kita lihat lagi di Keppres, karena Keppres masih berlaku. Kita acuannya di Keppres 25/1995 bahwa komisi pengarah memberikan persetujuan rencana pembangunan di taman merdeka," jelasnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengaku masih menunggu persetujuan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg). Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Deputy Director Communications Formula E, JakPro, Hilbram Dunar.

"Iya betul. Kami juga sudah lakukan komunikasi dengan pihak Setneg," ujar Hilbram, Rabu (29/1). "Menunggu, kulonuwun lah semua pihak. Semua pihak sudah ok, insyaallah segera mulai."

Proyek pembangunan pun diperkirakan akan memakan waktu sekitar 3 bulan. Dimana pekerjaan yang menyita waktu paling banyak adalah pembuatan sirkuit. "Perhitungan kami, sekitar dua bulan sirkuit bisa selesai," jelasnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts