Penjelasan Kemenkes Soal WNA Kanada Suspect Corona Usai dari Indonesia
Nasional

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr. Wiendra Maworuntu, M.Kes membantah jika pemerintah tidak memiliki kemampuan mumpuni untuk mendeteksi virus corona di tubuh seseorang.

WowKeren - Penyebaran virus corona semakin membuat publik was-was. Pasalnya, selain persebarannya yang bisa dibilang sangat cepat, virus ini juga belum ada obatnya.

Publik Indonesia dibuat semakin was-was dengan kabar yang menyebut bahwa seorang remaja yang merupakan warga negara Kanada ternyata suspect atau dicurigai terinfeksi virus corona setelah pulang dari Indonesia. Tak pelak, fakta ini membuat masyarakat meragukan kemampuan pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, dalam mendeteksi virus yang mematikan ini di Indonesia.

Kemenkes pun ikut buka suara menanggapinya. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr. Wiendra Maworuntu, M.Kes membantah jika pemerintah tidak cakap dalam mendeteksinya.

"Itu bukan berarti kita tidak punya kemampuan," kata Wiendra di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/2). "Tetapi kalau kita lihat, berarti kemungkinan pada waktu itu diperiksa belum masuk ke virus corona."


Seperti diketahui, virus corona sendiri memerlukan masa inkubasi untuk memantau gejala virusnya seperti pneumonia. Ditambah lagi, status WNA tersebut masih suspect sehingga masih diperiksa lebih lanjut untuk memastikan positif atau tidaknya. "Kalau misalnya pada waktu dia di Indonesia belum masuk gejalanya, pasti negatif," ungkap Wiendra.

Wiendra pun yakin jika saat remaja 17 tahun tersebut berada di Indonesia belum terjangkit virus maupun mengalami gejala pneumonia. Ia mengingatkan adanya masa inkubasi sekitar 14 hari. "WN Kanada itu, kalau menurut saya, mungkin waktu dia di Indonesia belum masuk. Karena kan masa inkubasi tadi bisa sampai 14 (hari) setidaknya," jelas Wiendra.

Dilansir Suara, kabar remaja yang suspect corona itu telah melakukan perjalanan ke Indonesia, sebelumnya akhirnya pingsan di Malaysia. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Menteri Kesehatan Datuk Seri Dzulkefly Ahmad. Dzulkefly mengatakan WNA tersebut tiba-tiba pingsan di pusat kota Kuala Lumpur (KLCC) pada Rabu (5/2).

Sementara itu terkait masa inkubasi 14 hari adalah waktu yang diperlukan untuk melihat adanya gejala tertentu yang menandakan adanya virus masuk ke tubuh. Adapun aturan ini disampaikan Menkes Terawan sesuai standar yang ditetapkan oleh WHO.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait