Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama membandingkan tempat duduk yang dimiliki penerbangan Indonesia dengan negara ASEAN lainnya, Thailand, dengan jumlah yang jauh lebih banyak.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 08 Februari 2020 - 09:06 WIB
WowKeren - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama mengeluhkan kondisi minimnya kapasitas tempat duduk pesawat asing ke luar negeri. Kapasitas tempat duduk merupakan salah satu faktor penting untuk menggenjot pariwisata di Indonesia.
Terlebih lagi, pariwisata Indonesia sempat terpukul sebagai imbas dari wabah virus corona yang menyebar. Ia kemudian membandingkan tempat duduk yang dimiliki penerbangan Indonesia dengan negara ASEAN lainnya, Thailand.
Jumlah yang dimiliki oleh Indonesia rupanya masih kalah jauh dibanding Thailand. Thailand memiliki 57 juta kursi penerbangan sedangkan Indonesia masih tertinggal di angka 20 juta. Tentu saja kondisi semacam ini kurang sekali dalam mendukung kelancaran pariwisata di Indonesia.
"Seat capacity (kapasitas tempat duduk) Thailand itu ada 57 juta. Indonesia ada jauh di bawah itu. Saat kami kalkulasi, seat capacity dengan target tahun lalu 20 juta itu sudah enggak nyambung," kata Wishnutama di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2). "Kecuali, wisatawan suruh berenang ke Indonesia."
Permasalahan ini pun sudah disampaikan ke kementerian lain yang terkait seperti Menteri Perhubungan. Oleh sebab itu, ia ingin agar jumlah kursi penerbangan ini bisa ditambah untuk ke depannya. Sebab jika ingin membangun sektor pariwisata maka fasilitas transportasi semacam ini juga harus diperhatikan.
Pemerintah sebelumnya juga menyatakan telah menutup pintu bagi kedatangan para turis asal Tiongkok sementara waktu. hal itu sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona. Meski demikian, hal itu rupanya tak hanya berimbas pada jumlah turis asal Tiongkok yang menurun namun juga negara lainnya.
Sebab, sejumlah negara telah melakukan pengetatan penerbangan untuk menekan penyebaran virus corona. Alhasil, pendapatan pariwisata menurun. "Bukan hanya di Bali, di Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, itu pasti kena dampak cukup besar," paparnya.
Wishnutama menuturkan bahwa pihaknya sudah membicarakan ini dengan maskapai Garuda Indonesia. pemerintah berniat untuk menambah kapasitas maskapai penerbangan guna membuka jalur di dalam negeri.
"Dengan Garuda kami sudah bicara," lanjut Wishnutama. "Dengan international airlines kami juga bicara, baru beberapa nanti akan ada pertemuan lanjutan, jadi ini belum selesai."
(wk/zodi)