Sebelumnya, akun @TMCPoldaMetro yang dikelola oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencuitkan informasi terjadinya banjir di Jalan RE Martadinata, Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu (8/2).
- Bertilia Puteri
- Senin, 10 Februari 2020 - 12:56 WIB
WowKeren - Sejumlah wilayah di DKI Jakarta sempat kembali digenangi banjir pada Sabtu (8/2) kemarin. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya lantas memberikan informasi terkait lokasi-lokasi yang tergenang banjir melalui akun Twitter @TMCPoldaMetro.
Sayangnya, ada informasi banjir yang salah diberikan oleh @TMCPoldaMetro. Akun tersebut mengakui telah salah memberikan informasi terkait banjir di Ancol, Jakarta Utara, dan meminta maaf pada Senin (10/2) hari ini.
"Mohon Maaf, terjadi kesalahan dlm memberikan informasi Banjir pada hari Sabtu tgl 8 Februari 2020 pukul 08.03 Wib, di Jl. RE Martadinata Ancol Jakut. (TMC Polda Metro Jaya)," cuit akun @TMCPoldaMetro pada Senin pagi.
Sebelumnya, akun @TMCPoldaMetro mencuitkan informasi terjadinya banjir di Jalan RE Martadinata, Ancol, Jakarta Utara. Akun tersebut juga menyertakan foto genangan air yang sama seperti di cuitan maafnya. "08.03 #Banjir di Jl RE Martadinata di kedua arahnya, saat ini hanya bisa dilintasi kendaraan Besar," demikian cuitan @TMCPoldaMetro yang kini telah dihapus.
Warganet pun sempat membantah informasi adanya banjir di Jalan RE Martadinata. Sebagian besar warganet bahkan menyebut @TMCPoldaMetro menyebarkan hoaks. Mereka juga menyertakan foto kondisi riil di Jalan RE Martadinata.
Menanggapi cuitan minta maaf tersebut, warganet kembali memenuhi kolom komentar @TMCPoldaMetro. Warganet meminta agar informasi yang ada dipastikan terlebih dahulu sebelum disebarkan.
"Ya, dimaafken. Sekarang hapus yg salah kmrn n cari admin baru yg mampu menunjukkan kebesaran nama sebuah institusi yg berintegritas," tulis akun @pu***ak. "Yg nangkepin penyebar hoax, bikin hoax lol," tambah akun @re***tu.
"Be smart (and fair) admin. Saring sebelum sharing. STOP HOAX! Ini bukan pertama kalinya akun ini nyebar berita tidak benar," komentar akun @TA***as. "Hei min lain kali kalau mau posting informasi di cari dulu kebenaran nya bila perlu terjunkan Tim lapangan untuk mengecek ke lokasi seperti nya ini yg kedua kalinya deh nyebar hoax setelah nyebar banjir di Monas beberapa waktu yang lalu. @DivHumas_Polri," timpal akun @Me***mi.
(wk/Bert)