Andre Rosiade 'Pasrah' Terima Keputusan Sidang Gerindra Soal Penggerebekan PSK
Nasional
Isu Politisi Jebak Pekerja Seks

Majelis Kehormatan Partai Gerindra pun menggelar sidang terkait keterlibatan Andre Rosiade dalam kasus penggerebekan PSK pada Selasa (11/2). Andre pun mengaku siap menerima keputusan apapun yang dihasilkan dari sidang tersebut.

WowKeren - Penggerebekan pekerja seks komersial (PSK) yang melibat politisi Gerindra Andre Rosiade sempat menjadi sorotan publik. Pasalnya, penggerebekan yang dilakukan di Kota padang, Sumatera Barat itu digadang-gadang telah direncanakan olehnya.

Majelis Kehormatan Partai Gerindra pun menggelar sidang terkait keterlibatan Andre dalam kasus tersebut pada Selasa (11/2). Anggota DPR Fraksi Gerindra itu sendiri nampak turut menghadiri sidang tersebut.

Meski begitu, Andre tidak merincikan poin-poin apa saja yang dibahas dalam sidang tersebut. "Ya silakan ditanya ke Majelis Kehormatan Partai Gerindra yang jelas saya sebagai orang yang taat, kader yang taat dan loyal kepada pimpinan, kepada partai sudah menghadiri undangan tersebut," kata Andre dilansir Kumparan, Rabu (12/2).

Ia menegaskan bahwa apapun hasil yang diberikan oleh Majelis Kehormatan Gerindra dia akan menerimanya. "Yang jelas apa pun keputusan pimpinan, partai, tentu sebagai kader yang patuh akan saya ikuti," ujanya.

Sementara itu, Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan sidang yang dilakukan oleh Majelis Kehormatan Gerindra masih sebatas klarifikasi. Belum ada keputusan yang diambil oleh Majelis Kehormatan kepada Andre.


"Itu baru sidang klarifikasi. Saya belum tahu untuk proses selanjutnya," kata Dasco. Andre sendiri masih akan diperiksa oleh 14 hingga 15 orang dari Majelis Kehormatan Partai Gerindra.

“Di majelis kehormatan partai itu ada banyak orang. Saya kebetulan salah satu yang berhalangan hadir hari ini karena banyak agenda di DPR," paparnya. "Tapi ada sekitar 14-15 orang yang hadir pada sidang klarifikasi tersebut."

Terkait keputusan yang akan diambil oleh Majelis Kehormatan Gerindra, Dasco hanya mengatakan jika hal tersebut masih dalam pembahasan. "Tergantung majelis kehormatan, kalau sudah merasa cukup diklarifikasi, ya mungkin enggak ada sidang lagi (langsung diumumkan)," tuturnya. "Kalau dirasa masih perlu, ya sidang lagi."

Sebelumnya telah diberitakan, laporan penggerebekan PSK yang melibatkan Andre ini ditolak oleh polisi. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono menyebut laporan tersebut ditolak karena tidak sesuai dengan SOP.

"Tentunya dari SPKT Mabes Polri mempunyai standar operasional jika ingin melaporkan sesuatu ada langkah-langkahnya," kata Argo di Jakarta Selatan, Selasa (11/2). "Jadi jangan sampai tidak lengkap. Harus ada barang bukti apa harus dibawa."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts