Seorang guru SMAN 12 Bekasi berinisial I dinonaktifkan dari pekerjaannya pasca videonya kala tengah memukul muridnya menjadi viral. Pemukulan itu dilakukan dengan dalih pendisiplinan.
- Elvariza Opita
- Kamis, 13 Februari 2020 - 18:52 WIB
WowKeren - Seorang guru di SMAN 12 Bekasi dinonaktifkan dari pekerjaannya usai melakukan aksi pemukulan terhadap murid-muridnya. Aksi ini dilakukan lantaran para murid tersebut datang terlambat dan kedapatan tidak menggunakan atribut sekolah dengan baik.
Namun pencopotannya ini rupanya tak disikapi positif oleh siswa SMAN 12 Bekasi. Dilansir dari Kompas, sejumlah murid sekolah tersebut justru diketahui menggelar unjuk rasa demi menolak pencopotan sang guru.
Menurut mereka, sang guru merupakan sosok yang tegas dalam menegakkan disiplin. Bahkan mereka tak segan meneteskan air mata dan menerjang dengan pelukan erat ketika sang guru berjalan meninggalkan sekolah. "Pak, terimakasih Pak. Jangan pergi," ujar mereka bersamaan.
Sang guru pun tak kuasa menahan tangisnya melihat para muridnya mencoba menghentikan langkahnya. Perjuangan yang sama juga dilakukan sejumlah murid di tengah lapangan sekolah.
Mereka dilaporkan memegang spanduk dengan sejumlah tulisan, seperti "Kamis Siswa-Siswi SMAN 12 Cinta Guru Mendidik" dan "Pak Idi Tak Bersalah". Ada pula sekelompok murid yang kompak menyanyikan lagu "Terimakasih Pak Idi".
Salah satu siswa SMAN 12 Bekasi mengaku memahami maksud sang guru melakukan aksi pemukulan tersebut. Sebab menurutnya sang guru sudah memberikan toleransi namun murid lah yang mengabaikan.
"Itu karena kesalahan kita sendiri. Kita sudah dikasih toleransi sebenarnya, tapi kami tidak datang lebih awal," kenang murid yang enggan disebutkan namanya itu. "Dia hanya ingin tertib. Kami berharap Pak Idi masih ngajar lagi di sini."
Namun sebelumnya sikap berbeda sempat ditunjukkan oleh pihak sekolah. Guru yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah itu ternyata dikenal temperamental dan bahkan pernah "lepas kendali".
Seorang guru bernama Ade mengaku pernah melihat I berseteru dengan tenaga pendidik lain hingga terjadi aksi saling melempar kursi dan membanting sarana sekolah. "Pernah lempar kursi dan membanting komputer saat ribut dengan guru," kata Ade, Rabu (12/2).
(wk/elva)