Wakil ketua MPR Arsul Sani khawatir jika kebijakan pemerintah Arab akan berbuntut panjang sehingga tak hanya berimbas ke jamaah umrah namun juga jamaah haji nantinya.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 28 Februari 2020 - 14:13 WIB
WowKeren - Kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk melarang kunjungan para jamaah umrah dari seluruh dunia cukup menjadi pukulan bagi jamaah Indonesia. Jamaah dari Indonesia yang hendak pergi ke tanah suci tidak bisa dibilang sedikit. Adapun kebijakan ini berkaitan dengan penyebaran virus corona yang sudah merambah berbagai negara.
Wakil ketua MPR Arsul Sani meminta agar pemerintah melobi Arab saudi untuk segera mencabut kebijakan tersebut. Karena meski larangan itu hanya bersifat sementara, namun cukup menimbulkan keresahan lantaran tidak diketahui secara pasti sampai kapan.
"Saya kira, kita harus dorong pemerintah untuk terus berkomunikasi, diplomasi dengan Arab Saudi," kata Arsul di Senayan, Jakarta, Jumat (28/2). "Tentu harapannya virus corona sudah bisa dikendalikan."
Kendati demikian, lobi tersebut tak hanya untuk membahas masalah penangguhan pemberangkatan jamaah umrah. Arsul khawatir jika kebijakan pemerintah Arab akan berbuntut panjang sehingga tak hanya berimbas ke jamaah umrah namun juga jamaah haji nantinya.
Melalui lobi tersebut, pemerintah diharapkan bisa mengantisipasi penyelenggaraan ibadah haji yang bisa ikut tertunda. "Sebetulnya kalau kebijakan pemerintah Arab Saudi selalu berkepanjangan tentu akan kemudian mengganggu penyelenggaraan haji," ujar Arsul.
Sementara itu, ia berharap agar pemerintah Arab Saudi juga memiliki persiapan dalam mengantisipasi masuknya virus corona. Ia berharap agar kasus ini bisa diatasi dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan. "Tentu harapannya virus corona sudah bisa dikendalikan sudah bisa diatasi dalam satu dua bulan yang akan datang," pungkasnya.
Di Masjidil Haram saja, pembersihan dilakukan empat kali dalam sehari. Hal itu dilakukan untuk memastikan penyelamatan terhadap penyebaran virus corona. Selain menggunakan alat sterilisasi yang canggih, mereka juga juga menyemprotkan parfum setelahnya.
(wk/zodi)