Direktur Departemen Pembersih Masjid Suci, Jaber Widaani mengatakan bahwa departemennya amat serius dalam melakukan sterilisasi di masjid untuk memastikan keamanan para pengunjung.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 28 Februari 2020 - 09:20 WIB
WowKeren - Kasus penyebaran wabah corona menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Arab Saudi. Hal itu terlihat dari upaya mereka melakukan pembersihan terhadap masjid sebagai tempat suci.
Direktur Departemen Pembersih Masjid Suci, Jaber Widaani mengatakan bahwa departemennya amat serius dalam melakukan sterilisasi di masjid. Di Masjidil Haram saja, pembersihan dilakukan empat kali dalam sehari.
Hal itu dilakukan untuk memastikan penyelamatan terhadap penyebaran virus corona. Ia mengatakan bahwa selain menggunakan alat sterilisasi yang canggih, pihaknya juga menyemprotkan parfum setelahnya.
"Pekerja telah terlatih untuk terlibat dalam proses pembersihan dan sterilisasi dengan menggunakan peralatan dan bahan pembersih," kata Jaber dilansir Saudigazette, Jumat (28/2). "Serta alat sterilisasi yang sangat canggih, selain menyemprotkan parfum setelahnya."
Adapun proses pembersihan itu dilakukan dengan cepat. Meskipun cepat namun cara-cara yang dilakukan terorganisir dengan baik. Ketika ditanya proses yang dilakukan, ia menjawabnya keseluruhannya. Proses pertama yang dilakukan adalah melipat sajadah, sebelum mencucinya dan mensterilkan lantai masjid. Hingga akhirnya, sajadah digelar kembali.
Ia menyebut bahwa di masjid total ada 13.500 sajadah yang digelar. "Ada 13.500 sajadah besar di masjid dan semuanya dilipat sebelum pencucian dan sterilisasi lantai," ujar Jaber.
Pemerintah Arab Saudi menyatakan bahwa upaya pembersihan masjid dilakukan untuk memastikan keamanan para pengunjung yang berada di sekitar sana terhadap paparan virus corona. Hal ini menunjukkan kesungguhan pemerintah Arab saudi dalam menjaga masjid sebagai tempat suci.
Sebelumnya, mereka juga telah menangguhkan masuknya peziarah umrah dan pengunjung Masjid Nabawi mulai Kamis (27/2). Kementerian Luar Negeri Saudi juga menangguhkan masuknya turis dari negara-negara yang terkena corona.
Pihak DPR RI bahkan sempat menanggapi hal ini. Anggota Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzilly menilai bahwa pemerintah Arab Saudi perlu memberikan penjelasan lebih detail terkait sampai kapan larangan ini akan berlangsung. Sebab kendati kebijakan ini dibuat sebagai respons atas mengganasnya wabah virus corona di puluhan negara, namun tetap saja membuat para jamaah resah.
(wk/zodi)