Ridwan Kamil Dukung Pemerintah Setop KCIC: Jangan Terabas Terobos
Nasional

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta agar kontraktor kerja bisa melakukan perbaikan sebelum melanjutkan proyek untuk memastikan agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

WowKeren - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung langkah pemerintah untuk menghentikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Sebab menurut pria yang akrab disapa Kang Emil ini, operator proyek banyak mengabaikan metode dan prosedur keselamatan.

Tak hanya terkait keselamatan kerja, Emil menilai jika pihak pelaksana proyek kurang memperhatikan analisis terhadap dampak lingkungan dari proyek tersebut. "Saya setuju karena ini adalah mengingatkan KCIC supaya jangan terabas terobos tanpa memperhatikan K3, keselamatan kerja. Bikin banjir dan sebagainya," ujar RK usai menghadiri Rapat kerja bersama Mendagri di SICC Sentul, Senin (2/3).

Oleh sebab itu, RK meminta agar kontraktor kerja bisa melakukan perbaikan sebelum melanjutkan proyek tersebut. Hal itu untuk memastikan bahwa proyek yang dijalankan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Ia menyebut bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) maupun Kementerian Perhubungan telah memberi waktu dua minggu bagi pihak kontraktor untuk memperbaiki metode kerja mereka.


"Mengingatkan kontraktor nih cara kerja masih serabutan masih di-review lagi," terang RK. "Dikasih waktu dua minggu oleh Kemenhub dan Kemen PUPR, perbaiki metode kerja dan baru boleh kerja lagi."

Terkait masalah perizinan, RK bisa memastikan jika pihak pengembang sudah memenuhi semua syarat perizinan termasuk analisis dampak lingkungan (Amdal) secara keseluruhan. Meski demikian, hal tersebut masih belum bisa dikatakan baik jika metode yang mereka lakukan masih belum sesuai prosedur.

"Bukan soal Amdal. Cara kerjanya," tegas RK. "Amdal udah beres tapi gaya kerja kurang optimal. Itu aja."

Sebelumnya Pemerintah memberhentikan sementara proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung mulai 2 Maret 2020 hingga dua minggu ke depan. Adapun salah satu alasan proyek tersebut dihentikan karena dianggap sebagai penyebab terjadinya banjir di wilayah sekitar karena bersinggungan dengan pembangunan proyek lain.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait