Imbas 2 WNI Positif Corona, Masyarakat Diimbau Tak Buru-Buru Borong Stok Pangan
Nasional

Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengimbau agar masyarakat tidak panik membeli bahan makanan karena takut virus corona sebab justru berpotensi akan menyebabkan masalah baru.

WowKeren - Kabar adanya dua warga Indonesia yang positif terkena corona membuat masyarakat ikut panik. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang berbondong-bondong memborong barang kebutuhan makanan. Padahal, ritel memastikan bahwa ketersediaan barang di toko mereka aman.

Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah. Budiharjo mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik menyikapi kabar tersebut.

"Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying," kata Budiharjo melalui keterangan tertulis, Selasa (3/3). "Dan membeli kebutuhan secukupnya saja."

Seluruh pengusaha ritel, dikatakannya, telah berkoordinasi dengan para distributor dan produsen untuk terus memberikan pelayanan pada masyarakat. Sehingga sikap panik justru dikhawatirkan akan memicu munculnya masalah baru.


Ia memastikan bahwa ketersediaan bahan makanan di tempatnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Seperti diketahui, sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya 2 WNI positif corona, produk makanan instan di sejumlah toko ritel banyak diserbu masyarakat.

"Persediaan barang pada gerai anggota kami cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," terang Budiharjo. "Dan kami telah berkoordinasi dengan asosiasi produsen dan supplier distributor untuk memastikan persediaan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat."

Hippindo akan senantiasa mendukung pemerintah dalam mengambil langkah yang diperlukan terkait isu corona yang merebak di seluruh belahan dunia. Saat ini, Hippindo memiliki jumlah gerai lebih dari 50 yang tersebar di seluruh Indonesia. "Dengan jumlah gerai lebih dari 50 ribu di seluruh Indonesia, Hippindo dapat menjadi partner pemerintah dalam mengupayakan layanan terbaik untuk masyarakat Indonesia," ungkap Budiharjo.

Sementara itu, masyarakat yang panik untuk berbelanja justru akan melahirkan oknum-oknum yang bakal menaikkan harga secara drastis. Padahal di lain sisi, jumlah bahan yang tersedia masih banyak. "Malah membuat kepanikan yang merugikan semua para spekulan juga nanti bisa ikut bermain, makanya diimbau untuk tidak panic buying," kata Anggota Dewan Penasihat Hippindo Tutum Ruhanta.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait