Imbas Corona di Indonesia, Polisi Bakal Jerat Oknum Penjual Masker 'Aji Mumpung'
Nasional

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan oknum yang sengaja menimbun masker untuk meraup keuntungan akan dijerat dengan Undang-Undang yang berkaitan dengan perlindungan konsumen.

WowKeren - Kabar masuknya virus corona di Indonesia membuat oknum penjual nakal memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan akan menindak tegas oknum-oknum yang sengaja menimbun masker usai mengalami kelangkaan.

Hal itu tak lepas dari kabar adanya 2 warga Depok yang dinyatakan positif terkena corona. Tak ayal warga yang panik pun buru-buru memborong masker di pasaran. Padahal kepanikan warga justru bisa dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan.

Yunus mengatakan bahwa jajarannya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Jika memang nanti ditemukan adanya oknum yang menimbun masker maka polisi akan menjeratnya dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," tutur Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (2/3). "Dalam hal ini toh nanti kalau menemukan masker-masker yang ditimbun itu pidananya akan tetap dijalankan."


Lebih lanjut, tim cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya akan melakukan penelusuran terhadap oknum penimbun masker. Masker-masker tersebut kebanyakan dijual secara online. Namun sebelum benar-benar mengambil proses hukum, pihak kepolisian akan mengedepankan langkah preventif.

"Kita cek semua, tim cyber kita akan menyelidiki semua," lanjut Yunus. "Kemudian kita akan mencari para pelaku yang menimbun, menyelidiki ini, semua akan kita lakukan."

Adapun langkah preventif yang dimaksud adalah dengan memberikan pemahaman pada oknum bahwa masker saat ini tengah dibutuhkan oleh masyarakat. "Jalan terakhir ya penegakan hukum," ucap Yusri.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Di Pasar Glodok, Jakarta, harga masker melejit naik hingga Rp 850 ribu per kotak dengan isi 50 lembar masker. Pedagang di pasar tersebut mengungkapkan bahwa harga masker dan hand sanitizer selalu naik dari hari ke hari karena orang-orang pasti ke Glodok untuk membeli dalam jumlah banyak.

Menanggapi kenaikan harga yang fantastis ini, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yakin bahwa kenaikan harga masker yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara lantaran berkaitan dengan isu virus corona.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait